Sabtu, Oktober 31, 2009

Video Pertandingan AC Milan vs Parma 2-0 (2009)

Selengkapnya...

Dua Gol Borriello Bawa Milan Menang Lawan Parma 2-0


MIlan - Marco Borriello jadi pahlawan saat AC Milan menundukkan Parma 2-0. Striker yang musim lalu lebih banyak dibebat cedera itu memborong dua gol kemenangan Rossoneri di San Siro, Minggu (1/11/2009) dinihari WIB.

Kemenangan 2-0 atas Parma membawa Milan naik ke posisi empat klasemen sementara dengan poin 19. Rossoneri menggusur Parma dan Napoli, yang beberapa jam sebelumnya menang 3-2 atas Juventus.

Hasil ini juga jadi bekal positif Milan jelang matchday IV Liga Champions. Tengah pekan depan Diavolo Rosso akan menjamu Real Madrid.

Khusus buat Borriello, dua gol ke gawang Parma ini bisa menjadi awal baru buat striker 27 tahun itu. Sempat jadi striker sangat menakutkan di Genoa, musim lalu Borriello lebih banyak menepi karena terus dibebat cedera.

Jalannya pertandingan

Berlaga di depan pendukungnya sendiri, Milan langsung menekan tamunya. Di menit 12 sebuah kesempatan matang berhasil dikreasikan saat Ronaldinho yang menusuk dalam dari sisi kiri melepaskan umpan silang ke sisi kanan, di mana Gennaro Gatusso berada. Bukannya mengarahkan ke dalam gawang, bola yang ditanduk Ganttuso di tiang jauh justru mental menjauhi sasaran.

Dari sini Parma kemudian melancarkan serangan balik yang cepat. Kalau kemudian Milan terhindar dari kebobolan dari skenario counter attack tersebut, itu karena Dida dengan luar biasa menepis sepakan keras Blerim Dzemaili dari luar kotak penalti. Bola membentur mistar dan selamatlah gawang Milan.

Di menit 12 Rossoneri membuka keunggulan melalui skema serangan balik yang cepat. Mendapat bola dari Andrea Pirlo, Dinho menyisir sisi kiri lapangan sebelum melepaskan umpan terobosan pendek pada Borriello yang menusuk dari tengah kotak penalti. Sontekan Borriello masuk ke gawang setelah bola menyelinap di antara dua kaki kiper.

Di menit 23 Dida kembali jadi penyelamat Milan. Kiper Brasil itu menepis tandukan Valeri Bojinov dari jarak dekat saat menyambut umpan silang yang dilepaskan Daniele Gallopa. Bola yang mental di muka gawang langsung dibuang oleh Luca Antonini, yang beberapa detik sebelumnya kalah duel udara dengan Bojinov.

Pato, yang selalu bikin gol di dua laga terakhir Milan, nyaris menambah perbendaharaan golnya. Namun karena tandukannya di dalam kotak penalti terlalu lemah, umpan silang berakurasi tinggi yang dilepaskan Massimo Oddo akhirnya cuma berujung tendangan gawang.

Di penghujung babak pertama Milan mulai sedikit kehilangan konsentrasi. Namun kesalahan umpan yang mulai sering diperagakan Diavolo Rosso masih belum mampu dituntaskan Parma dengan membuat gol penyama.

Berusaha menambah daya gempurnya, Parma memasukkan Nicola Amoruso dan menarik Blerim Dzemaili di menit 61. Namun tak banyak peluang bersih yang dimiliki tim tamu.

Milanisti yang memadati San Siro sempat menahan napasnya saat Alberto Paloschi lolos dari kawalan untuk mengejar umpan lambung terobosan. Meski berhasil menguasai bola dengan baik, sepakan striker yang 50% kepemilikannya masih dipunyai Milan itu melayang jauh setelah Dida keluar dari sarangnya untuk menutup ruang gerak.

Di paruh kedua babak kedua, Milan kembali melancarkan serangan. Meski tak segencar di babak pertama, terkait kondisi fisik dan usia skuad Rossoneri, beberapa peluang memperbesar keunggulan berhasil dikreasikan.

Salah satunya adalah saat Borriello terlambat menyambar bola umpan silang yang dikirim Pato. Bola lebih dulu diamankan kiper Antonio Mirante sebelum sempat disambar Borriello. Sementara akselerasi Thiago Silva yang melakukan kerjasama satu-dua dengan Borriello juga gagal mengubah kedudukan, tandukannya dari jarak dekat cuma membentur mistar.

Milan akhirnya memastikan mendapat tiga poin setelah Borriello mencetak gol keduanya di menit ketiga masa injury time. Mendapat kiriman bola terukur dari Ronaldinho, sebuah tendangan akrobatik Borriello bersarang ke sisi kanan gawang tim tamu. 2-0 Milan unggul.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Leonardo Yakin Huntelaar akan Bersinar Lagi


Milan - Klaas-Jan Huntelaar masih belum menunjukkan performa terbaiknya. Namun, pelatih AC Milan Leonardo tetap yakin striker Belanda ini masih punya peluang untuk bersinar.

Huntelaar belum memberikan pengaruh besarnya di lini depan Rossoneri sejak bergabung dari Real Madrid di musim panas ini. Dia hanya lima kali menjadi starter bagi Milan di musim ini.

Kabarnya striker internasional Belanda pun siap meninggalkan San Siro saat transfer pemain kembali di buka Januari ini. Namun Leonardo tak terlalu menyoroti performa Huntelaar.

"Saya melihat dia sangat tenang. Gol memang sangat penting bagi seorang striker dan itu wajar, setelah baru datang tahun ini dia sudah mendapatkan penilaian," kata Leonardo.

Bahkan pelatih Milan asal Brasil ini tetap memberikan dukungan kepada Hunterlaar. "Saya yakin kesempatannya akan datang," kata pelatih Milan ini seperti dilansir Football Italia

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Rabu, Oktober 28, 2009

Video Pertandingan Napoli vs Milan 2009

Selengkapnya...

Dua Gol Telat Napoli, Milan Batal Menang

Napoli - AC Milan gagal membukukan kemenangan beruntun keempat mereka setelah ditahan imbang Napoli 2-2 dalam lanjutan Serie-A, Rabu (28/10). Hasil imbang ini sangat menyakitkan karena Milan sempat unggul dua gol.

Tampil di kandang lawan, Milan memeragakan permainan cepat yang efektif. Mereka bahkan mampu unggul 2-0 saat pertandingan baru berjalan lima menit.

Gol pertama Milan dicetak oleh Filippo Inzaghi di menit kedua. Inzaghi sukses meneruskan umpan Clarence Seedorf masuk ke sudut kiri bawah gawang Napoli.

Tiga menit berselang, giliran Alexandre Pato yang membobol jaring Morgan De Sanctis. Memanfaatkan umpan Inzaghi, Pato melesakkan bola ke sudut kanan bawah gawang Napoli.

Sepasang gol itu menunda hasrat menyerang Napoli. Mereka terpaksa mengurangi agresivitas barisan gelandang untuk memperbaiki koordinasi lini belakang. Hasilnya, mereka mampu mengatasi serbuan Milan di lini tengah.

Setelah beberapa saat, Napoli juga mampu memahami pergerakan Milan. Selain membangun antisipasi, mereka juga mulai melakukan upaya serangan dengan umpan-umpan terobosan dan silang.

Mereka pun kemudian mampu menciptakan sejumlah peluang, misalnya, melalui Fabio Quagliarella di menit ke-23. Saat itu, ia berhasil menjangkau umpan Marek Hamsik dan melepaskan tembakan ke tengah gawang. Namun, kiper Nelson Dida berada di posisi tepat untuk menjinakkan bola.

Napoli juga berhasil menciptakan sejumlah peluang lain melalui Marek Hamsik dan Michele Pazienza. Namun, karena kurang tenang, kedua peluang itu meleset keluar sasaran. Napoli pun terpaksa menutup babak pertama dengan kekalahan 0-2.

Memasuki babak kedua, Napoli mengambil inisiatif serangan. Dua menit babak kedua berjalan, Napoli membuat dua ancaman beruntun melalui Lavezzi dan Christian Maggio. Namun, Dida mampu menggagalkan usaha musuh.

Di menit ke-57, Napoli kembali menghujani gawang Milan dengan tembakan-tembakan berbahaya. Kalau sebelumnya mereka menciptakan dua ancaman beruntun, kali ini mereka berhasil membuat tiga peluang emas berturut-turut melalui Marek Hamsik, Walter Gargano, dan Quagliarella. Sayang, semua tembakan tepat ke gawang itu mentah di tangan Dida.

Kegagalan-kegagalan itu membuat Napoli semakin bernapsu melakukan serangan. Dengan mengorbankan lini pertahanan, mereka mendesak Milan dengan kekuatan nyaris maksimal. Namun, sebelum ancaman mereka membuahkan gol, pelatih Milan, Leonardo mengambil inisiatif bertahan dengan menarik Ronaldinho dan memasukkan Mathieu Flamini di menit ke-60.

Keputusan Leonardo berdampak pada menurunnya daya serang Milan. Meski mampu bertahan dengan baik, mereka kesulitan untuk menciptakan peluang emas. Dalam keadaan sulit mengembangkan, Milan malah mendapat bencana kartu kuning kedua Ignazio Abate di menit ke-86, menyusul pelanggarannya kepada Gargano.

Betul saja, terusirnya Abate membuat lini pertahanan Milan semakin kelimpungan.Puncak penurunan kualitas pertahanan Milan adalah terciptanya sepasang gol balasan Napoli yang dicetak Cigarini dan Gustavo Dennis di masa injury time.

Luca Cigarini membuka jalan kebangkitan Napoli setelah tembakan jarak jauhnya di menit ke-90+1 melesat masuk ke sudut kiri atas gawang Dida. Dua menit berselang, Napoli menyamakan kedudukan setelah Gustavo Denis sukses menanduk umpan Maggio masuk ke gawang Milan.

Dengan hasil ini, Milan terpaksa puas hanya naik dua peringkat ke posisi kelima dengan 16 poin. Sementara itu, Napoli duduk di kursi ke-12 dengan 14 poin.

Susunan pemain:

Napoli: De Sanctis; Campagnaro (Datolo 67), Rinaudo, Aronica, Grave; Gargano, Pazienza (Cigarini 64), Hamsik, Maggio; Lavezzi, Quagliarella (Denis 70)

Milan: Dida; Thiago Silva, Nesta (Kaladze 8), Zambrotta, Abate; Pirlo, Seedorf, Ambrossini; Ronaldinho (Flamini 60), Inzaghi (Borriello 73), Pato

Selengkapnya...

Milan Berharap Lanjutkan Tren Positif

Jelang Napoli vs Milan

Melawat ke Napoli, AC Milan mendapat suntikan moral dari kemenangan beruntun di tiga pertandingan terakhirnya. Mereka pun ditantang untuk dapat melanjutkan tren positif tersebut. Bisa, Rossoneri?

Liga Italia di tengah pekan ini akan menyajikan sejumlah partai salah satunya Napoli versus Milan di San Paolo, Rabu (28/10/2009) malam waktu setempat. Il Diavolo Rosso jelas memerlukan poin penuh di laga itu guna mendongkrak posisinya ke papan atas.

Milan saat ini berada di posisi enam dengan koleksi 15 poin, tertinggal tujuh angka dari Inter Milan yang berada di tempat teratas. Massimo Ambrossini dkk memang bermain angin-anginan di sejumlah laga di awal musim.

Namun kini grafik penampilan Milan sedang naik. Usai membekuk AS Roma 1-2, tim ini mempecundangi Real Madrid 3-2 di ajang Liga Champions dan di akhir pekan lalu mereka menjungkalkan Chievo 1-2.

Namun ada catatan menarik dari tiga kemenangan beruntun Milan tersebut. 'Merah-Hitam' meraihnya dengan cara dramatis di mana mereka selalu tertinggal lebih dahulu.

Dan pada dinihari nanti Napoli yang akan didukung penuh oleh pendukungnya akan menjadi ujian Milan selanjutnya. Pelatih Leonardo mengatakan bahwa dirinya tengah mengupayakan timnya untuk tetap di jalur kemenangan sekali pun skuad yang diturunkan nantinya berbeda.

"Sekarang ini kami telah menemukan keseimbangan dan harus menjaganya," tuturnya di situs resmi klub.

"Kami telah memiliki indentitas yang tepat. Ketika Anda menentukan gaya bermain, Anda juga akan memilih sikap, selain dari sistem bermain itu sendiri. Dan yang saya mau adalah mempertahankan identitas ini meski saya mengganti pemain," tandasnya.

Sumber : Detiksport

Selengkapnya...

Selasa, Oktober 27, 2009

Milan Akan Terus Terapkan ‘Resep Rahasia’

Milan - AC Milan tampil luar biasa saat menjungkalkan Real Madrid dalam laga tandang Liga Champions. Ada "resep rahasia" di balik keberhasilan itu, sebuah resep yang kembali akan diterapkan tengah pekan ini di lanjutan laga Seri A.

Milan menjalani awal musim ini dengan kurang meyakinkan. Sejumlah hasil mengecewakan mereka dapatkan dalam partai yang di atas kertas seharusnya dapat mereka menangi.

Maka ketika Milan bisa menundukkan Madrid 3-2 di Santiago Bernabeu, orang jelas berdecak kagum. Rossoneri semakin terlihat oke karena beberapa hari sebelumnya juga meraih kemenangan 2-1 atas AS Roma di Seri A.

Usai Madrid, Milan masih meneruskan tren kemenangan dengan memukul Chievo 2-1 pada laga Seri A akhir pekan lalu. Laju positif ini pun akan coba diteruskan saat berkunjung ke San Paolo, markas Napoli, Kamis (29/10/2009) dinihari WIB.

"Napoli adalah tim yang bagus dengan pemain berkualitas yang bisa membuat perbedaan. Kami harus datang ke San Paolo untuk tampil baik, bermain dengan kerakter kami sendiri dan tidak meremehkan lawan," tegas bek Milan Thiago Silva di situs klubnya.

Napoli sendiri sejauh ini punya rekor apik di kandang. Dari empat laga yang sudah dijalani di markas sendiri, mereka belum pernah kalah, menang tiga kali dan seri satu kali.

"Itu tidak berarti kami nanti harus terus bertahan, tapi kami harus menyerang seperti yang kami lakukan di Bernabeu. Menyerang lawan, itulah rahasia di balik hasil yang kami petik dalam penampilan belakangan ini," ucap Silva.

Sumber : Detiksport

Selengkapnya...

How to Buy Tickets Online

The Internet has had a thoughtful affect on the ticket industry as well just like the stock trading and book market industry. It make easy to everyone to purchase sport tickets, concert tickets or theatre tickets. Buy tickets online makes a lot of sense since you doesn’t need to actually touch a ticket before you buy it. The price, selection and trustworthiness are the only things that differentiate a range of online ticket websites.

In fact, online ticket websites have been around at this moment. But, there is Acheapseat.com, which has relations with many venues, and is perhaps the most famous ticket websites.

You can buy many event tickets what you want on the website. You can get sports tickets including NBA playoff tickets, World Series tickets, U.S. Open tickets, American Football tickets or NASCAR races tickets. Especially for American Football tickets, you can purchases for example Chicago Bears Tickets, Philadelphia Eagles Tickets, etc

You can also purchase tickets to the world concert tours, circus and magic shows, jazz concerts, and also the theatre tickets, for example Bank of America Theatre Tickets.

You buy tickets online in this site just like you would buy a book online. Visit the website and find the tickets what you want, enter your credit card and shipping information and you're done. The simple ticket reservation service can simply take you into the front row seat to look at your favorite event on their best live performance.

Selengkapnya...

Senin, Oktober 26, 2009

100 persen Beckham kembali ke Milan


Milan - Januari tahun depan David Beckham dipastikan akan meninggalkan Los Angeles dan kembali ke Milan. Jaminan itu diberikan oleh Adriano Galliani, wakil presiden AC Milan.

Beckham sempat menjadi pemain pinjaman di Milan selama kurang lebih selama tiga bulan saja. The Spice Boy rupanya terkesan dengan Rossnoeri, ditambah lagi tuntutan agar bisa bermain di level tertinggi demi mendapat tempat di tim nasional Inggris di Piala Dunia 2010, Beckham memiliki keinginan kuat kembali berseragam Merah-Hitam.

Pertengahan bulan ini, Beckham menyatakan proses kepindahannya ke San Siro sudah berjalan 95 persen. Presentase itu berubah menjadi seratus persen, sekitar dua pekan setelah pernyataan pemain yang memiliki tendangan bebas maut tersebut.

"Sudah pasti 100 persen Beckham kembali ke Milan," demikian tukas wakil presiden AC Milan Adriano Galliani kepada Sky Television seperti dikutip dari Reuters.

"Satu-satunya hal yang kurang adalah tandatangan Beckham. Namun pihak-pihak yang terkait sudah mencapai kesepakatan," tuntas Galliani.

Selengkapnya...

Milan Masih Punya Mental Juara

Di tiga pertandingan terakhirnya, AC Milan melakukan comeback untuk akhirnya bisa memetik kemenangan. Meski harus berjalan tertatih, karakter tim bermental juara masih ada di tubuh Rossoneri.

Setelah tampil sangat tidak konsisten di awal musim, Milan mulai menapak di jalan yang seharusnya dalam beberapa pekan ke belakang. Di tiga laga terakhirnya, kemenangan beruntun berhasil diraih klub berjuluk Diavolo Rosso itu.

Yang unik dari tiga laga tersebut adalah bahwa Rossoneri harus lebih dulu tertinggal di menit-menit awal sebelum akhirnya bisa keluar sebagai pemenang lewat gol di menit-menit akhir. Berjuang pantang menyerah, Milan selalu sukses membalikkan kondisi.

Rentetan kemenangan melalui comeback itu dimulai saat menjamu AS Roma pada 18 Oktober lalu. Tertinggal lebih dulu lewat gol cepat Jeremy Menez, Milan berhasil menyamakan kedudukan melalui Ronaldinho di menit 56 dan sepakan Alexandre Pato di menit 67.

Kondisi serupa terulang di Liga Champions saat melawat ke Santiago Bernabeu menghadapi Real Madrid. Memanfaatkan blunder Dida, Raul Gonzalez membawa Los Merengues unggul di menit 19. Kedua kesebelasan kemudian saling susul angka sebelum gol pato di menit 88 memastikan Milan pulang dengan angka penuh.

Dinihari tadi skenario yang sama kembali terulang. Gawang Dida bobol saat laga baru berjalan enam menit saat mendatangi Chievo. Untung Milan punya Alessandro Nesta, yang mencetak dua gol telat (80 dan 90+2) untuk memastikan didapatnya tiga poin.

"Saya pikir pondasi dari semua yang Anda lakukan adalah antusiasme dan ambisi. Skuad ini menemukan kesenangan saat bermain dan merasa lebih senang lagi saat bisa menang, itu semua tumbuh bersama kami," ungkap Leonardo usai pertandingan seperti diberitakan Football Italia.

"Saat ini kami mulai menemukan keseimbangan, bahkan jika pertandingan tersebut berjalan dramatis. Melihat mereka merayakan kemenangan itu sudah mengungkapkan semuanya," pungkas pelatih yang posisinya sempat dapat sorotan tajam di beberapa pekan perdana kompetisi itu.
Selengkapnya...

Thing You Should Know About Full Tilt Poker

Full Tilt Poker, as many of us know, is one of the best online poker rooms on the Internet today. To promote their poker room, they have accumulated a team of professional poker players. These professionals essentially take part in some of the ring games and tournaments offered by Full Tilt Poker. They recommend a wide range of poker games including no limit, pot limit, and fixed limit hold’em. Play money games are also available.

Before you can come to this poker room, you may have already downloaded the Full Tilt Poker software and install to your computer. You may have even started to enter your user information and came to a pause when you saw the “referral code (optional)” field. To find a Full Tilt Poker referral code, you can search on Google. You’re sure to get your bonus and be ready to play with twice the money you put in if you sign on with a good referral code.

The Full Tilt Poker referral code is the bonus code offered on site in cooperation with a poker site and is not case sensitive or does it expire. The Full Tilt Poker bonus is a bonus at first time deposit up to $600 and has been verified to work and also used by numerous players. So for each dollar raked from the pot, every player who was dealt cards for that hand will earn one point. If less than one dollar is raked, you can earn partial points, and you can earn up to three points per hand. So you can earn up to $18 per hundred hands because each point is worth $.06.
Selengkapnya...

Minggu, Oktober 25, 2009

Video Pertandingan Chievo vs Milan 1 - 2

Selengkapnya...

Dua Gol Nesta Menangkan Milan Lawan Chievo

Verona - Rentetan kemenangan AC Milan berlanjut saat mereka menundukkan Chievo 2-1. Tampil sebagai pahlawan Rossoneri adalah Alessandro Nesta dengan dua gol yang dilesakkannya di akhir laga.

Inilah kemenangan ketiga Milan secara beruntun setelah mereka sebelumnya sukses menundukkan AS Roma dan memetik kemenangan mengejutkan atas Real Madrid di Liga Champions. Dengan 15 poin dikumpulkan, Diavolo Rosso kini mulai mendekati ke papan atas klasemen.

Milan sesungguhnya mengawali laga dengan kurang meyakinkan karena mereka sudah tertinggal lewat gol Giampiero Pinzi di menit enam babak pertama. Dua gol penentu kemenangan Andrea Pirlo cs baru datang di menit 80 dan masa injury time melalui tandukan Alesandro Nesta.

Jalannya pertandingan

Di Stadion Marc'Antonio Bentegodi, Senin (26/10/2009) dinihari WIB, Milan mengawali laga dengan sangat tidak meyakinkan. Mendapat tekanan hebat dari Chievo, lini belakang Rossoneri terlihat gugup dan beberapa kali membuat kesalahan.

Kondisi ini harus dibayar mahal karena gawang Milan sudah harus bobol di menit enam. Mendapat umpan dari Andrea Mantovani, Sergio Pellissier yang berdiri di kotak penalti memantulkan bola ke arah belakang. Giampiero Pinzi yang datang dari blindspot melepaskan tendangan first time mendatar yang tak bisa diantisipasi Dida.

Mengandalkan permainan taktis dan umpan pendek nan cepat, Chievo mampu membuat kesulitan tamunya. Masalah Diavolo Rosso bertambah karena saling kepemahaman antara pemainnya belum bagus, Andrea Pirlo cs kerap masih salah paham soal penempatan posisi.

Namun perlahan skuad besutan Leonardo mulai menguasai pertandingan. Di menit 15 Huntelaar dapat umpan terobosan dari Andrea Pirlo dan langsung meneruskannya pada Clarence Seedorf yang menusuk dari tengah kotak penalti.

Tak ada gol dari proses tersebut lantaran sontekan gelandang Belanda itu bisa dihadang kiper Stefano Sorrentino. Upaya rebound Seedorf juga tak membuahkan hasil karena bola mental lebih dekat ke arah kiper.

Tekanan Milan berlanjut saat tandukan Nesta meneruskan umpan tendangan sudut bisa ditepis Sorrentino. Upaya Ronaldinho memperdaya sang kiper yang keluar dari sarangnya untuk memungut bola mental juga tak membuahkan hasil.

Selepas 30 menit permainan Milan kembali memburuk. Ini dimanfaatkan Chievo untuk membangun serangan.

Tuan rumah bahkan berpeluang menyudahi paruh pertama dengan keunggulan 2-0 andai tendangan voli Pellissier yang lolos dari pengawasan Massimo Oddo tidak melayang tinggi. Padahal Pellissier berdiri sendiri di tiang jauh dan tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Dida.

Di awal babak kedua Milan tampil lebih ganas dengan mengalirkan serangan bertubi ke pertahanan Chievo. Empat menit pertama paruh kedua ini Rossoneri punya dua kesempatan melalui rebound Pirlo dari dalam kotak penalti yang melayang tinggi serta sepakan Ronaldinho yang membentur tubuk bek lawan di muka gawang.

Di menit 53 Milan punya dua peluang beruntun. Yang pertama adalah saat Pato kalah cepat dari kiper Sorrentino saat berusaha menyambar umpan terobosan Seedorf. Bola yang mental dari kejadian tersebut disundul Huntelaar ke arah tiang jauh, di mana Ronaldinho berada.

Sempat memperdaya bek lawan, Dinho melepaskan tendangan dari sudut sempit. Bola sepertinya akan masuk dan Milan bakal menyamakan kedudukan, namun Sorrentino melakukan penyelamatan gemilang tepat di garis gawang.

Mencoba menambah daya gedor, Leonardo memasukkan Marco Borriello dan menarik masuk Huntelaar. Namun justru gawang Dida yang kemudian berada dalam ancaman saat serangan balik Chievo membuat Thiago Silva pontang-panting. Milan beruntung Pellissier tak mampu mengendalikan bola dengan sempurna di kotak penalti karena Nesta jadi punya kesempatan untuk membuangnya.

Ketidakberuntungan Milan berlanjut di menit 75 saat tendangan Seedorf membentur tubuh bek Chievo. Hembusan napas lega baru bisa dikeluarkan Leonardo di menit 80 saat Nesta mencetak gol penyama.

Menyambar umpan crossing Pirlo dari sisi kiri, tandukan Borriello dimentahkan mistar gawang. Nesta yang berada di muka gawang memenangi duel udara dengan bek lawan untuk memasukkan bola pantul tersebut ke dalam gawang. Kedudukan berubah menjadi 1-1.

Asyik menyerang, Milan nyaris kembali kebobolan di menit 90. Namun Dida berhasil melakukan penyelamatan luar biasa untuk mengamankan gawangnya. Saat itu Dida sudah terlihat melayangkan tubuhnya ke arah kiri, namun saat melihat bola tandukan Pablo Granoche justru mengarah ke kanan, sambil melayang di udara kiper Brasil itu masih sempat melayangkan tangan kanannya menghalau laju bola.

Milan akhirnya memastikan kemenangannya di menit kedua masa injury time. Bola hasil tendangan penjuru Pirlo mengarah ke tiang jauh, di mana Nesta berdiri tanpa dapat kawalan berarti. Bek 33 tahun itu melepaskan tandukan bertenaga yang sempat menyentuh bahu pemain lawan sebelum bersarang di gawang Chievo.

Susunan Pemain

Chievo Verona: Stefano Sorrentino, Davide Mandelli, Santiago Morero, Manuel Iori (Simone Bentivoglio '85), Andrea Mantovani, Nicolas Frey, Giampiero Pinzi, Michele Marcolini (Luca Ariatti '80), Siqueira Luciano, Erjon Bogdani (Pablo Granoche '67), Sergio Pellissier

AC Milan: Dida, Thiaguinho, Alessandro Nesta, Luca Antonini (Gianluca Zambrotta), Massimo Oddo, Andrea Pirlo, Clarence Seedorf, Mathieu Flamini, Ronaldinho (Filippo Inzaghi '79), Klaas-Jan Huntelaar (Marco Borriello), Pato

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Sabtu, Oktober 24, 2009

Milan Ingin Bentegodi Seperti Bernabeu

Jelang Chievo vs Milan

Verona - Stadion Marc'Antonio Bentegodi bukan apa-apa bila dibandingkan Stadion Santiago Bernabeu. Namun AC Milan tidak menghiraukan kondisi itu. Mereka akan menghadapi Bentegodi dengan sikap seperti di Bernabeu.

Stadion Marc'Antonio Bentegodi terletak di kota Verona. Stadion markas klub Seri A Chievo ini berkapasitas 39.211 tempat duduk. Sementara Stadion Santiago Bernabeu, markas klub kaya raya Real Madrid, memiliki daya tampung 80.354 bangku.

Kedua stadion tidak hanya berbeda dari jumlah kapasitas, namun juga prestasi sang empunya. Madrid adalah klub raksasa yang telah mendunia dan sarat prestasi, sementara Chievo adalah tim kecil.

Minggu (25/10/2009) waktu setempat, Milan akan melawat ke Marc'Antonio Bentegodi di laga lanjutan Seri A. Lawatan ini berlangsung beberapa hari setelah pasukan Leonardo bertarung di Santiago Bernabeu.

"Laga akhir pekan ini tentu saja berbeda bila dibandingkan dengan Bernabeu," demikian tukas gelandang Andrea Pirlo dikutip dari Soccerway.

Di stadion megah Santiago Bernabeu, Milan mampu mengatasi Madrid. Semangat yang sama masih dibawa tim Merah-Hitam ketika akan bertarung di stadion biasa-biasa saja seperti Bentegodi.

"Namun yang jadi tujuan kami tetaplah tiga poin. Kami akan bertarung di sana dengan motivasi dan keinginan yang sama seperti di Bernabeu," lanjut Pirlo.

'Setan Merah' Italia punya modal baik dalam lawatan ke Bentegodi. Dalam lima lawatan terakhir, Il Diavolo Rosso menang empat kali dan hanya sekali kalah. Selain itu, kondisi terkini Milan tengah apik menyusul dua kemenangan berturut-turut di partai resmi, yakni kontra AS Roma dan Madrid.

"Kami harus berhati-hati karena kami pernah terganjal di tangan tim-tim kecil," bek Alessandro Nesta mengingatkan.

Kewaspadaan Nesta beralasan. Selisih poin yang dimiliki Chievo dan Milan tak terpaut jauh. I Mussi Volanti saat ini berada di posisi kesepuluh klasemen sementara Seri A dengan poin 11. Sementara Rossoneri ada di urutan kedelapan dengan poin 12.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Kamis, Oktober 22, 2009

Milan Terbukti Memiliki DNA Eropa

Madrid - Wakil Presiden AC Milan, Adriano Galliani, bahagia luar biasa melihat timnya mengalahkan Real Madrid 3-2 dalam lanjutan babak penyisihan grup Liga Champions, Rabu (21/10). Pasalnya, hasil ini membenarkan ucapannya ketika mengatakan bahwa Milan memiliki DNA Eropa.

Beberapa waktu lalu, ketika Milan dihujat karena serentetan hasil buruk di Serie-A, Galliani mengatakan, bahwa tempat Milan bukan di kompetisi lokal melainkan di Ligan Champions. Namun, ia kehabisan kata-kata ketika Milan dipaksa menyerah 0-1 oleh FC Zurich dalam lanjutan Liga Champions, di San Siro, Rabu (30/10).

Menjelang laga menghadapi Madrid, Galliani juga ketar-ketir kenyataan akan memaksanya mengakui bahwa pernyataan itu salah. Namun, secara luar biasa, Milan mampu menutup duel itu dengan kemenangan 3-2. Galliani pun semakin bersemangat untuk menegaskan kembali pernyataannya.

"Kami memiliki pemain bertalenta besar dan bukanlah kebetulan bahwa kami berbuat lebih baik di Liga Champions karena ini ada dalam DNA kami. Bermain untuk hasil imbang bukanlah DNA kami. Saya tak pernah berpikir untuk mengklaim hanya satu poin malam ini," ujarnya.

Secara khusus, Galliani juga menyampaikan kekagumannya kepada pelatih Leonardo yang berada dalam tekanan, namun terus berjuang memberikan hasil terbaik untuk Milan.

"Ini tentunya merupakan kemenangan pelatih kami, yang memiliki kekuatan untuk datang dan bermain di Madrid dengan tiga penyerang dan (Clarence) Seedorf. Pujian harus ditujukan kepada Leonardo," tandasnya.

Kemenangan atas Madrid adalah kemenangan kedua Milan dalam dua laga terakhir. Milanisti berharap, Milan melanjutkan rekor bagus ini saat menyambangi Chievo Verona dalam lanjutan Serie-A, akhir pekan ini.

Selengkapnya...

Rabu, Oktober 21, 2009

Video Pertandingan Madrid vs Milan 2 - 3

Selengkapnya...

Pato 2 Pirlo 1, Milan Hantam Madrid di Bernabeu

Madrid - Tertinggal lebih dulu di babak pertama, AC Milan menuai hasil gemilang dari lawatannya di Santiago Bernabeu, Kamis (2/10/2009) dinihari WIB, Milan mengalahkan Real Madrid 3-2. Alexandre Pato menjadi bintang kemenangan AC Milan dengan membuat dua gol.

Awalnya Madrid tampak superior di hadapan Milan, di depan Madridista di Santiago Bernabeu. Hampir di sepanjang babak pertama mereka membuat bola lebih banyak bergulir di wilayah permainan tim tamunya itu.

Meski demikian shot on goal pertama dilakukan oleh Milan melalui tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti oleh Andrea Pirlo. Namun bola melesat di atas mistar gawang Iker Casillas.

Semenit kemudian Madrid membalas. Dari crossing Sergio Ramos, Esteban Granero berhasil menyambar bola meski ditempel ketat oleh Massimo Oddo. Dida berhasil menghentikan serangan tersebut.

Di menit 13 Madrid menyerang lagi melalui penetrasi Karim Benzema. Saat masuk kotak penalti, ia dijatuhkan Gianluca Zambrotta. Tayangan ulang memperlihatkan Zambrotta mengayuhkan kai kanan dan kirinya untuk menghentikan Benzema hingga terjatuh. Namun wasit Frank De Bleeckere asal Belgia tidak memberi tuan rumah hadiah penalti.

Sampai saat itu Milan lebih bermain menunggu sambil sesekali mencoba melakukan counter attack melalui trio penyerang Pato, Pippo Inzaghi dan Ronaldinho. Strategi yang diterapkan pelatih Leonardo adalah menumpuk pemain di lini tengah untuk melambatkan tempo serangan Madrid.

Di menit 18 publik Bernabeu bergemuruh melihat gawang Milan bergetar. Berawal dari serangan Benzema, striker Prancis itu mengoper pendek kepada Granero, yang kemudian melepaskan tembakan dari luar kotak penalti.

Dida berhasil meredam tendangan itu, tapi tidak benar-benar berhasil mengamakan keadaan. Tangkapannya luput, dan bola segera diserobot Raul Gonzalez, yang dengan cepat menceploskannya ke gawang yang sudah kosong. Madrid memimpin 1-0 dan Raul melanggengkan statusnya sebagai pemilik rekor gol terbanyak di Liga Champions dengan 66 gol.

Peluang emas diperoleh Milan di menit 24 lewat umpan silang terukur dari Clarence Seedorf. Namun, Inzaghi yang sudah berdiri bebas sendirian, luput tendangan volinya. Di penghujung babak pertama Madrid memberi sebuah tekanan lain melalui tendangan keras Marcelo, tapi Dida menepisnya.

Di babak kedua Milan mencoba bermain lebih terbuka dengan tetap mencoba memperlambat tempo permainan Madrid, yang masih tanpa pemain termahal dunia Cristiano Ronaldo yang masih cedera.

Sementara Madrid masih menyerang. Tembakan kaki kiri Raul melebar, sedangkan Kaka, yang lebih sering beroperasi di sayap kiri, menjajal Dida dengan tendangan dari jarak dekat, tapi kiper Brasil itu mematahkannya. Dida juga melakukan penyelamatan dengan menepis sepakan Benzema dari luar kotak penalti.

Di menit 59 Leonardo menarik keluar Inzaghi dan memasukkan Marco Boriello. Dua menit kemudian Milan berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan jarak jauh Pirlo. Tembakan gelandang internasional Italia itu tidak sangat keras, tapi bentuknya cantik dan arahnya ke tiang dekat. Casillas tak berhasil menjangkau bola yang menembus gawangnya di sebelah kanan.

Madrid tampak lengah di lini belakang. Empat menit kemudian mereka kembali kebobolan. Massimo Ambrosini memberi umpan dari titik tengah ke arah Pato. Casillas keluar wilayahnya untuk menyongsong, tapi ia tak mungkin menggerakkan tangannya. Alhasil bola mampu dikuasai Pato dan striker Brasil itu dengan mudah menggetarkan gawang El Real. Milan berbalik unggul 2-1.

Keadaan itu berubah lagi di menit 76. Drenthe, yang masuk ke lapangan di menit 67, memperpanjang nafas tuan rumah. Menerima bola sepak pojok dari Raul, bek kiri Belanda itu langsung melepaskan tembakan dari luar kotak penalti dan mengarahkannya ke pojok kiri gawang Milan. Dida tak mampu menjangkaunya dan gol keempat dalam laga itu tercipta.

Tensi pertandingan meningkat drastis. Di menit 83 Dida meredam tembakan Kaka, tapi Raul me-rebound-nya dan gol. Namun wasit menganulir gol itu karena kapten Madrid itu sudah offside.

Semenit berselang giliran Casillas melakukan penyelamatan krusial. Berhadapan satu lawan satu dengan Pato, kiper nomor satu Spanyol itu mampu menahan tembakan jarak dekat musuhnya itu dengan kaki.

Dari sepak pojok tersebut lahir dua insiden. Pertama, Thiago Silva berhasil menanduk bola dan mengoyak jala Madrid. Wasit tidak mengesahkan gol itu karena bek asal Brasil itu dianggap melakukan pelanggaran saat menyundul bola di udara.

Keputusan itu diprotes para pemain Milan. Raul yang "terjebak" di antara kerumunan pemain-pemain Milan dikeplak oleh Ronaldinho. Rekan-rekan Raul terpancing emosinya, dan kericuhan antarpemain merebak. Keputusannya adalah Raul dan Alessandro Nesta dikartu kuning.

Drama memuncak ketika di menit 88 tercipta sebuah gol lagi dan itu memunculkan pemenang. Dari serangan balik, Clarence Seedorf menarik perhatian bek-bek Madrid di kotak penalti sebelum mengirim umpan kepada Pato. Drenthe terlalu jauh dari Pato, dan pemain berkostum merah-hitam bernomor punggung 7 itu menyambar bola Seedorf dengan tendangan voli untuk menaklukkan Casillas dan menghancurkan hati Madridista.

Upaya terakhir Madrid untuk menyamakan kedudukan dilakukan Xabi Alonso dengan tembakan keras dari luar kotak penalti. Namun Dida berhasil menghalaunya dan ia layak dipandang sebagai salah satu bintang Milan, walaupun blunder fatalnya di babak pertama terlanjur tercatat.

Milan pun memenangi duel besar di Madrid itu dengan skor 3-2. Kaka, sosok yang paling dinantikan dalam reuni pertamanya dengan Milan, dan ramai-ramai dipeluk rekan-rekan lamanya dari San Siro sebelum kickoff, tertunduk lesu dalam balutan kostum putih-putih.

Susunan pemain:

Real Madrid: 1-Iker Casillas; 4-Sergio Ramos, 3-Pepe, 18-Raul Albiol, 12-Marcelo; 8-Kaka, 10-Lassana Diarra, 22-Xabi Alonso, 24-Esteban Granero (15-Royston Drenthe 66); 11-Karim Benzema, 7-Raul.

AC Milan: 1-Dida; 44-Massimo Oddo, 13-Alessandro Nesta, 33-Thiago Silva, 15-Gianluca Zambrotta; 23-Massimo Ambrosini, 21-Andrea Pirlo, 10-Clarence Seedorf; 7-Alexandre Pato, 9-Filippo Inzaghi (22-Marco Borriello 60), 80-Ronaldinho (16-Mathieu Flamini 90+1).

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Selasa, Oktober 20, 2009

Milan Akan Tunjukkan Perbaikan Lawan Kaka

Jelang Madrid vs Milan

Milan - Melempemnya performa AC Milan di musim ini salah satunya disebabkan oleh kepergian Kaka. Kini ketika akan berhadapan langsung dengan sang pemain, Rossoneri perlu untuk menunjukkan perbaikan diri.

Kaka yang merupakan figur sentral di Milan selama tujuh tahun terakhir, hijrah ke Real Madrid di musim panas lalu. Mendesaknya kebutuhan uang menjadi alasan pihak Diavolo Rosso untuk melepas pemain internasional Brasil itu.

Imbas dari lubang yang ditinggalkan Kaka pun langsung terasa. Milan tercatat hanya dua kali menang, tiga kali seri dan dua kali kalah, sebelum akhirnya meraih tiga angka dari AS Roma dinihari tadi.

Pelatih Milan, Leonardo pun membenarkan bahwa kepergian Kaka merupakan salah satu faktor yang membuat penampilan merosot. Hal itu pun membuat ia dan pemain-pemainnya memerlukan waktu untuk adaptasi.

"Setelah penjualan Kaka kami memerlukan waktu untuk adaptasi, namun itu bukan pemakluman. Dan kami akan maju ke depan dengan tujuan kami," tuturnya di Reuters.

Dan di tengah pekan ini, Milan akan melawat ke Santiago Berbeu yang merupakan rumah baru dari Kaka. Pasukan 'Merah-Hitam' tentunya perlu untuk menjaga gengsi dengan meraih hasil terbaik selain untuk mengejar ketertinggalan angka mereka dari Los Blancos di klasemen Grup C Liga Champions.

Kaka sendiri kemungkinan besar akan bermain di laga itu. Pelatih Manuel Pellegrini bahkan sudah menyimpan pemain yang telah merangsek menjadi motor lini tengah Merengues pada saat melawan Real Valladolid di akhir pekan lalu, dengan hanya menurunkannya di pertengahan babak kedua.

Sedangkan Milan juga tengah berada dalam kondisi mental yang ciamik setelah baru saja menjungkalkan Roma.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Senin, Oktober 19, 2009

Seedorf Tak Gentar Lawan Madrid

Milan - Dengan skuad bertabur bintang dan performa yang sejauh ini terbilang apik, Real Madrid relatif lebih diunggulkan dari AC Milan. Namun, gelandang Rossoneri Clarence Seedorf mengaku timnya tak gentar menghadapi kekuatan Neo Galacticos.

Madrid dan Milan akan bertemu dalam lanjutan laga Liga Champions Grup C matchday 3 di Santiago Bernabeu, Rabu (19/10/2009) dinihari WIB. Saat ini posisi Madrid berada di puncak dengan enam poin, sementara Milan ada di posisi kedua dengan tiga poin.

Jika ditilik dari penampilan di awal musim ini, jelas Madrid lebih superior ketimbang lawannya asal Italia itu. Dari sembilan laga yang telah dilaluinya di seluruh kompetisi, Los Blancos hanya sekali kehilangan angka saat kalah 1-2 dari Sevilla di La Liga. Selebihnya kemenangan selalu jadi milik Madrid.

Sementara Milan, boleh dibilang ini adalah permulaan yang buruk bagi debut Leonardo sebagai pelatih Il Diavolo Rosso. Di Seri A, pemilik 17 gelar scudetto itu tercecer di papan tengah dan di level Eropa pun, kemenangan 2-1 dari Marseille di laga awal terhapus begitu saja saat kalah 0-1 dari 'anak bawang', FC Zurich, di San Siro.

Ditambah, kini di tim asuhan Manuel Pellegrini itu ada Kaka yang mantan bintang Milan. Tentunya dengan segala informasi yang ia dapat selama merumput di sana bisa jadi senjata ampuh untuk melumpuhkan 'Si Merah Hitam' dalam 90 menit laga berlangsung.

Meski begitu, Milan tak seharusnya minder jika melihat rekor pertemuan mereka dengan Madrid di kompetisi ini. Dari 11 kali bentrok, kedua tim sama-sama mengumpulkan lima kemenangan dan satu partai lainnya berakhir seri. Ini membuktikan kekuatan kedua tim terbaik di Benua Eropa itu seimbang.

Apalagi, Milan melawat ke Spanyol dengan modal kemenangan 2-1 atas AS Roma semalam, di mana itu adalah kemenangan pertama dalam lima laga terakhir mereka. Hal itu sudah membuktikan kalau Milan mulai membaik dan siap memberi perlawanan kepada Madrid.

"Real Madrid? Tidak ada satu pun yang membuatku takut, tidak ada waktu untuk takut," tegas Seedorf kepada Milan Channel.

"Mudah dimengerti usai laga terakhir kami, di mana itu mungkin jadi momen tim ini. Kami berbuat banyak di bawah tekanan psikologis yang tinggi dan kami senang dengan kemenangan malam tadi," demikian pemain berpaspor Belanda.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Ronaldinho Ingin Terus Menangkan Milan

Milan - Satu assist dan satu gol dari Ronaldinho membuat AC Milan meraih kemenangan atas AS Roma akhir pekan lalu. Sang pemain menyatakan dirinya ingin terus membahagiakan Milanisti dengan cara demikian.

Dinho membuka keunggulan Milan dalam laga tersebut lewat sebuah penalti di menit 55. Sebelas menit berselang ia melepaskan umpan matang yang kemudian diselesaikan Alexandre Pato menjadi sebuah gol. Rossoneri pun menekuk I Lupi dengan skor 2-1.

Bagi Dinho performanya dalam laga tersebut merupakan jawaban atas kritik yang kerap mengiringinya musim ini. Sebuah bukti bahwa sebenarnya ia masih belum habis.

"Momen di mana saya mengambil penalti itu, saya merasa bisa menjawab segala kritik yang saya dengar. Saat itu saya berusaha untuk tetap berkonsentrasi," ujarnya seperti dilansir Yahoosports.

Gol tersebut merupakan keduanya di Seri A musim ini. Pemain bernomor punggung 80 ini pun bertekad untuk terus menampilkan permainan terbaiknya. Selanjutnya ia pun bisa membuat suporter Milan terus tersenyum.

"Saya ingin terus bermain seperti ini untuk membuat fans Milan bahagia. Malam ini adalah pembuktian bahwa saya dan Pato bisa bermain bersama. Segalanya berjalan lancar untuk kami; saya suka memberikan assist dan dia suka mencetak gol," tukasnya.

Ujian selanjutnya akan datang dari Real Madrid. Tengah pekan ini Dinho dan Milan akan bertandang ke Santiago Bernabeu, Kamis (22/10/2009) dinihari WIB. Kalau ingin membuat Milanisti kembali tersenyum, tampil 100 persen adalah kewajiban bagi Dinho.

Sumber : Detiksport

Selengkapnya...

Minggu, Oktober 18, 2009

Video Pertandingan AC Milan vs AS Roma 2 - 1

Selengkapnya...

Dinho dan Pato Menangkan Milan Atas Roma


Milan – Setelah sekian pertandingan belum pernah mencicipi kemenangan, AC Milan akhirnya berhasil memenangi laga bigmatch setelah dengan sepuluh orang pemain mengatasi AS Roma 2-1. Gol-gol I Rossoneri di laga ini dicetak oleh Ronaldinho dan Alexandre Pato.

Milan mencoba bangkit dengan meraih kemenangan ketiganya di musim ini setelah menang atas Roma. Hasil itu juga mendongkrak posisi Rossoneri dari posisi ke-12 ke peringkat delapan klasemen Seri A.

Kemenangan itu cukup penting karena mampu mengangkat kepercayaan diri Milan yang bersiap menghadapi Real Madrid di Liga Champions. Sementara pelatih Milan Leonardo bisa sedikit tenang setelah mendapatkan kritikan.

Jalannnya Pertandingan

Milan lebih dulu tertinggal setelah Tiago Silva membuat kesalahan melakukan passing terlalu lemah sehingga berhasil dicuri Jeremy Menez. Dengan tenang pemain Roma itu menjebol gawang Milan saat laga baru berjalan tiga menit.

Tak berapa lama kemudian, satu lagi ancaman dari Roma namun beruntung Dida bisa menahan bola tendangan Menez. Sementara di menit ke-15 Milan mengancam namun Pato kalah cepat sehingga bola lebih dulu selamatkan Alexander Doni.

Pada menit ke-22 , Roma kembali melakukan ancaman. Meski dijaga tiga pemain Milan namun Daniele De Rossi masih dapat melepaskan tendangan keras kaki kirinya namun masih melenceng di samping gawang.

Milan mencoba lewat bola mati. Namun tendangan bebas Ronaldinho masih berada di atas gawang Doni. Sedangkan peluang Milan selanjutnya hasil tendangan Clarence Seedorf di depan gawang ditepis Doni dan mengenai tiang gawang.

Pertandingan babak pertama berakhir dengan skor 1-0 bagi Roma. Sedangkan di babak kedua pelatih Milan Leonardo memasukan Filippo Inzaghi guna menambah tenaga serangannya.

Inzaghi pun sudah mengancam lewat sundulannya di awal pertandingan babak kedua. Namun bola tendangan striker veteran Milan masih dapat ditahan oleh David Pizzaro di mulut gawang sebelum disapu keluar.

Milan akhirnya mendapat hadiah penalti setelah Allesandro Nesta dijatuhkan Nicolas Burdisso di menit ke-55. Ronaldinho yang menjadi eksekutor melakukan tugasnya dengan baik meski arah tendangannya dapat ditebak Doni

Sementara peluang Roma untuk kembali unggul kandas setelah tendangan bebas Arne Riise dapat diblok oleh Dida. Sedangkan Seedorf membuang peluang setelah bola sepakannya masih melenceng setelah mendapatkan bola dari Pato.

Pada menit ke-66, Milan akhirnya berbalik unggul. Sebuah umpan panjang Ronaldinho berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Pato dengan melepaskan tendangan kaki kirinya menjebol gawang Roma.

Roma mencoba mengejar ketertinggalannya sebuah usaha dilakukan oleh Simone Perrotta tapi bola hasil tendangan kaki kanannya masih dapat digagalkan Dida. Sementara tendangan De Rossi depan gawang masing melambung.

Pada menit ke-78 Seedorf mencoba melepaskan tendangan langsung dari jarak jauh bola dapat diblok oleh Doni. Sedangkan Inzaghi terlambat memanfaatkan bola muntah tersebut karena dapat diamankan Doni.

Namun, Rossoneri harus bermain dengan sepuluh pemain seteklah Massimo Ambrossini mendpatkan kartu merah karena pelanggarannya di menit ke-81. Meski dengan sepuluh pemain Milan masih dapat melakukan serangan.

Sebuah umpan berbahaya kembali dilakukan oleh Ronaldinho ke daerah pertahanan lawan namun bola meluncur cepat sehingga tidak dapat dikuasai oleh Pato, dan Doni dengan cepat mengamankan bola.

Sementara Roma mencona menekan tapi tendangan Stefano Guberti masih terlalu lemah sehingga bisa diamankan oleh Dida. Sedangkan umpan Julio Baptista ke depan gawang terlalu tinggi sehingga tidak terjangkau oleh kepala Okaka.

Skor 2-1 bagi Milan tetap tidak berubah hingga empat menit tambahan di babak kedua ini berlalu. Tentu saja kemenangan tersebut disambut gembira oleh para Milanisti di San Siro.

Susunan Pemain:

Milan: Dida; Oddo, Nesta, Thiago Silva, Zambrotta; Abate (Inzaghi 46), Pirlo, Ambrosini, Seedorf; Pato, Ronaldinho (Flamini 83)

Roma: Doni; Cassetti, Mexes, Burdisso, Riise; Taddei (Guberti 71), De Rossi, Pizarro, Perrotta; Menez (Julio Baptista 75), Vucinic (Okaka 72)

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Jumat, Oktober 16, 2009

Beckham Segera Kembali ke Milan


Milan - Spekulasi tentang kapan kembali bergabungnya David Beckham ke AC Milan memasuki babak baru. Wakil Presiden Rossoneri, Adriano Galliani mengatakan bahwa pihaknya telah merampungkan kepindahan Beckham.

Sejak akhir musim lalu, pihak LA Galaxy yang merupakan si empunya Beckham dan Milan memang dikabarkan telah menyepakati deal unik soal masa depan pemain asal Inggris itu.

Teknisnya, di Galaxy Beckham akan bermain kira-kira sebanyak 11 pertandingan hingga Oktober 2009. Setelahnya, eks pemain Manchester United dan Real Madrid itu akan kembali ke Milan dan membela Diavolo Rosso hingga akhir musim 2009-10.

Sesaat setelah Beckham mengatakan bahwa dirinya 95 persen siap kembali berlabuh di San Siro, kubu Milan menyampaikan bahwa negosiasi tersebut telah berakhir. Berdasarkan penuturan Galliani, sang pemain akan mengenakan seragam merah-hitam sejak bursa transfer musim dingin dengan status pinjaman.

"Soal kembalinya David Beckham dalam masa peminjaman di bulan Januari telah selesai," tukasnya di Sky Sport Italia seperti dilansir Football Italia.

Ada pun Galaxy sebelumnya juga telah mengatakan bahwa pihaknya juga ingin segera merampungkan deal soal Beckham karena spekulasi keberadaaan sang pemain dinilai akan menggangu fokus tim.

Beckham sendiri memerlukan suasana kompetisi tingkat tinggi Eropa guna menjaga peluangnya untuk turut serta membela Inggris di Piala Dunia 2010.

Sumber : Detiksport

Selengkapnya...

Rabu, Oktober 14, 2009

‘Rossoneri’ Siap Jinakkan ‘Srigala’ di San Siro

Jelang Milan vs Roma

Milan - Duel melawan AS Roma di akhir pekan akan jadi laga penting bagi AC Milan demi membenahi posisi. Sialnya, 'Si Serigala' belakangan terbukti sulit dijinakkan 'Si Merah Hitam' di San Siro.

Saat ini Milan masih terpuruk akibat sejumlah penampilan tak mengesankan. Selewat tujuh laga, 'Rossoneri' baru mengoleksi sembilan poin dan tercecer di tempat ke-12 papan klasemen.

Pada giornata delapan Milan akan kedatangan Roma, Senin (19/10/2009) dinihari WIB. Tiga poin pun penting untuk diraih atas tim yang menempati posisi delapan itu demi mengakhiri hasil buruk Milan dan kembali ke jalur yang positif.

"Kami sedang melalui periode buruk dan ini adalah pertandingan yang penting menghadapi tim yang ada di atas kami di papan klasemen," seru Massimo Ambrosini di Football Italia.

Masalahnya, beberapa tahun belakangan Milan terbukti sulit menandingi Roma di San Siro. Kali terakhir Milan menang di kandang atas Roma dalam laga Seri A adalah pada 14 Mei 2006 dan setelahnya selalu berakhir dengan kekalahan.

Terlebih lagi catatan kandang Milan musim ini juga tidak meyakinkan. Dari tiga partai di rumah sendiri, hanya empat angka yang dituai.

"Situasinya sangat rapuh dan saya tak perlu menambahi apa-apa ke sana. Kami tak usah melihat statistik atau kami harus berasumsi macam-macam, karena kami punya serangkaian penampilan kandang yang buruk dan itu berarti kami harus berubah," tegas andalan Milan di lini tengah itu.

Jika Milan sekali lagi tak mampu menang saat menjamu Roma, bukan hanya posisi saja yang bisa kian melorot. Stabilitas tim dapat terganggu dan Leonardo bukan tak mungkin akan kehilangan pekerjaan.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Selasa, Oktober 13, 2009

Huntelaar Tidak Jadi di Jual

Milan - Spekulasi seputar masa depan Klaas-Jan Huntelaar baru saja merebak. Agen pemain bersangkutan pun kini bereaksi dengan menyebutnya hanya rumor belaka.

Huntelaar direkrut dari Real Madrid musim panas lalu, tapi sejauh ini belum berhasil menunjukkan ketajaman. Dari tujuh penampilan pertamanya untuk 'Rossoneri', si penyerang asal Belanda belum bikin gol sebiji pun.

Hal tersebut mencuatkan rumor bahwa Huntelaar akan dijual dan ditukar dengan penyerang Tottenham Hotspur, Roman Pavlyuvchenko, yang belakangan semakin jarang mendapat di klub London tersebut.

Meski demikian, Arnold Oosterveer selaku agen Huntelaar membantah hal tersebut. "Saya tak ingin mengomentari hal itu karena yang ada cuma rumor belaka," tukasnya kepada calciomercato.it yang dikutip Football Italia.

"Kenyataannya adalah Milan tidak memberi kami sinyal mengenai hal tersebut. Ini adalah masa-masa sulit untuk Milan dan Huntelaar ikut merasakannya juga, tapi saya pikir baik klub dan si pemain pada akhirnya akan baik-baik saja," lanjut dia.

Sebelum akhirnya merekrut Huntelaar, Milan sebenarnya lebih membidik Edin Dzeko dan Luis Fabiano. Setelah gagal mendapatkan kedua pemain, barulah 'Hunter' diboyong dari Madrid --boleh jadi untuk meredam kegusaran fans karena kurangnya pemain baru yang masuk.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Senin, Oktober 12, 2009

Milan Ingin Jual Huntelaar


Roma - Media Italia mengendus rencana AC Milan menjual penyerang Klaas-Jan Huntelaar. Menurut Football Italia, Milan menilai bahwa Huntelaar tidak sesuai dengan karakter permainan tim. Milan berniat mengganti Huntelaar dengan penyerang Flamengo, Adriano Leite; penyerang Bayern Muenchen, Luca Toni; atau penyerang Tottenham Hotspur, Roman Pavlyuchenko.

Milan membeli Huntelaar dari Real Madrid pada Agustus silam dengan harga 13 juta poundsterling. Sejauh ini, ia belum mencetak satu gol pun dan gagal bersaing merebut posisi starter.

Huntelaar sendiri mengaku tidak risau dengan kondisi ini. Ia sadar, ia datang di saat Milan sedang membenahi tim. Jadi, ia menilai wajar bahwa Milan lebih memfokuskan konsolidasi dengan pemain yang sudah lama.

Sayangnya, penilaian Huntelaar itu tidak seperti yang dipikirkan Milan. "I Rossoneri" mendatangkan Huntelaar untuk mendongkrak performa tim. Mereka pun kecewa melihat Huntelaar tak kunjung memberikan kontribusi.

Kebetulan, Milan melihat peluang untuk menggaet Adriano dan Luca Toni. Kedua pemain ini pernah merumput di Serie A Italia dan diperkirakan tak akan sulit beradaptasi dengan permainan Milan. Selain itu, keduanya juga sama-sama membuka peluang untuk meninggalkan klub masing-masing dan ingin kembali ke Italia.

Sementara itu, Pavlychenko merupakan target Milan sejak lama. Peluang Milan mendapatkan Pavylchenko juga cukup terbuka. Pasalnya, pelatih timnas Rusia, Guus Hiddink, sudah mengancamnya agar pindah klub yang bermain di level lebih tinggi untuk menjamin kursinya di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Terlepas dari sedang ambruknya kondisi saat ini, Milan masih menjanjikan permainan level tinggi karena mereka berkompetisi di Liga Champions.

Kemungkinan besar, Milan akan mengutamakan pendekatan kepada Toni dan Pavulychenko. Selain karena Adriano sulit didatangkan, hingga akhir musim ini, kedua pemain itu bisa diharapkan didatangkan sebagai pemain pinjaman.

Milan berharap, transfer bisa dilakukan pada jendela transfer kedua, Januari mendatang.

Selengkapnya...

Minggu, Oktober 11, 2009

Italia Lolos ke Afrika Selatan Berkat Gol Gilardino

Jakarta - Italia memastikan diri ke Piala Dunia 2010. Tiket otomatis itu tak mudah dikantongi karena dua kali 'Azzuri' harus ketinggalan sebelum akhirnya memaksakan hasil imbang 2-2 atas Irlandia, yang cukup untuk memastikan satu tempat di Afrika Selatan tahun depan.

Dijamu Irlandia di Croke Park, Minggu (11/10/2009) dinihari WIB, Italia kebobolan cepat melalui Glenn Whelan. Tapi Mauro Camoranesi bisa membuat paruh pertama laga berakhir 1-1.)

Sean St. Ledger kemudian membuat tuan rumah unggul lagi sebelum Alberto Gilardino menyelamatkan Italia dari kekalahan sekaligus memastikan satu tiket lolos otomatis.

Tambahan satu poin untuk Irlandia sendiri membuat mereka duduk di posisi dua klasemen Grup 8 untuk meraih tiket playoff ke Piala Dunia 2010.

Jalannya Pertandingan

Irlandia langsung mengejutkan Italia dengan gol cepat pada menit 8. Liam Lawrence mengirim umpan tarik ke Glenn Whelan di tepi kotak penalti, yang meneruskan dengan sepakan keras. Gol, Irlandia 1, Italia 0.

Italia mengancam di menit ke-25. Bola terlontar ke depan Fabio Grosso dan si kulit bundar pun disambutnya dengan tembakan voli. Sial untuknya, Shay Given tak sulit membendung.

Hanya semenit kemudian, gol benar-benar lahir. Dari tendangan penjuru Andrea Pirlo, Mauro Camoranesi bisa menanduk bola untuk membawa skor imbang lagi.

Dua menit setelah jeda, Italia menjebol gawang Irlandia. Tapi gol tidak disahkan karena ada pemain yang terjebak offside.

Gianluca Zambrotta memiliki peluang setelah berhasil mencuri celah di pertahanan Irlandia. Tapi tembakannya ke arah tiang dekat masih bisa diantisipasi Given pada menit 71.

Irlandia unggul lagi! Tiga menit sebelum bubaran, Sean St Ledger memberikan pukulan kedua untuk Azzuri. Stephen Hunt melepaskan tendangan bebas untuk kemudian diteruskan St Ledger ke dalam gawang Italia.

Tuntaskah pertandingan? Belum, karena Italia kemudian berhasil menyamakan kedudukan lagi kali ini melalui Alberto Gilardino lewat sebuah serangan balik, beberapa menit sebelum pertandingan berakhir.

Di dua pertandingan Grup 8 lainnya, Siprus berhasil mengejutkan Bulgaria dengan kemenagan telak 4-1. Sementara itu Montenegro menang 2-1 dari Georgia.

Sumber : Detiksport

Selengkapnya...

Kamis, Oktober 08, 2009

David Beckham Segera ke Milan


Angeles - Kabar baik bagi AC Milan. LA Galaxy yang merasa keberadaan David Beckham hanya akan menggangu fokus tim, siap melepas sang pemain lebih cepat dari waktu yang telah disepakati semula.

Seperti telah dikabarkan sebelumnya, pihak Milan dan Galaxy konon telah menyepakati deal unik soal Beckham. Teknisnya, di LA Galaxy Beckham akan bermain kira-kira sebanyak 11 pertandingan hingga Oktober 2009. Sebulan kemudian, eks pemain Manchester United dan Real Madrid itu akan kembali ke Milan dan membela Rossoneri hingga akhir musim 2009-10.

Namun Milan tampaknya tidak perlu menunggu sampai hitungan bulan. Hal itu disebabkan Galaxy siap melepas sang pemain dalam dua minggu ke depan.

Tim asal Amerika Serikat itu rupanya tidak mau lebih lama lagi menggunakan jasa Beckham karena sang pemain dinilai sudah tidak fokus dalam membela tim dan dikhawatirkan akan merusak konsentrasi tim yang tengah bersiap melakoni partai final pada 22 November mendatang.

"Kami ingin menyelesaikannya. Untuknya, untuk kami dan saya tidak ingin ada kesimpangsiuran," tukas pemilik Galaxy, Tim Leiweke, di Sky Sport.

"Kami ingin membuat semuanya jelas dalam dua pekan ke depan karena kami ingin tim ini fokus. Namun kami tetap memiliki apresiasi yang besar pada apa yang telah dilakukannya selama ini," sambungnya.

Selengkapnya...

Rabu, Oktober 07, 2009

Pengusaha Albania Siap Beli Milan

Milan - Silvio Berlusconi hingga kini belum memutuskan apakah akan melepas kepemilikannya terhadap AC Milan. Tapi kalau dia bersedia melakukannya, seorang pengusaha asal Albania sudah siap membeli.

Milan setidaknya sejak musim lalu ditengarai terlilit masalah keuangan. Kondisi tersebut kemudian berdampak pada kebijakan belanja mereka di musim panas dengan mekepas Kaka ke Real Madrid dan gagal mendatangkan pemain berkualitas untuk menutupi lubang yang ditinggalkan gelandang Brasil itu.

Atas dasar itulah isu Berlusconi bakal melepas Rossoneri kemudian bergulir. Kabar tersebut makin santer terdengar setelah Fininvest, perusahaan induk Milan, diperintahkan pengadilan Italia membayar denda sebesar sekitar Rp 10 triliun akibat melakukan suap saat mengakusisi sebuah perusahaan percetakan.

Nama Rezart Taci pun kemudian muncul sebagai kandidat pemilik baru Diavolo Rosso. Pengusaha Albania itu tahun lalu sempat berencana menguasai Bologna meski kemudian gagal.

"Saya tidak berpikir kalau Berlusconi mau berpisah dengan Milan, namun jika itu terjadi, saya akan sangat tertarik membelinya," ungkap Taci pada Guerin Sportivo seperti dikutip dari Football Italia.

Taci mengklaim kalau peluangnya menjadi pemilik Milan cukup besar lantaran dia sudah berteman dekat dengan Berlusconi dan Andriano Galliano. Di kampung halamannya, Taci dikenal sebagai importir minyak.

"Tidak benar kalau dikatakan saya sudah menjadi pemegang saham, raport saya selama ini hanya menjadi pendukung Rossoneri. Lalu ada hubungan pertemanan yang dalam antara saya dengan Berlusconi dan Adriano Galliani, begitu juga dengan rencana kolaborasi kami dengan Milan Junior Campus serta Milan Parc," pungkas dia.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Selasa, Oktober 06, 2009

Perusahaan Induk Milan Didenda Rp 10 T

Milan - Kepemilikan Silvio Berlusconi terhadap AC Milan mungkin akan berakhir dalam waktu dekat. Itu berpeluang terjadi setelah perusahaan induk Rossoneri, Fininvest, dipaksa membayar denda Rp 10 T.

Fininvest. yang didirikan Berlusconi pada tahun 1978, awalnya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang media. Namun seiring kemajuan pesat yang dialami, Berlusconi kemudian mengembangkan usahanya dengan membentuk Fininvest Group, yang menginduki banyak bidang usaha lain, termasuk merambah dunia olahraga saat mengakuisisi AC Milan di tahun 1986.

Dalam perkembangannya, Fininvest mengalami kemajuan yang luar biasa. Beberapa perusahaan lain berhasil diakuisisi oleh perusahaan yang pada tahun 2005 memiliki pendapatan bersih sebesar 1,297 miliar euro itu.

Namun dari sinilah Berlusconi justru terancam kehilangan Milan. Pengadilan sipil Italia mengabulkan tuntutan Compagnie Industriali Riunite (CIR) agar Fininvest membayar kerugian sebesar 750.000.000 euro atau sekitar Rp 10,5 triliun,

CIR, yang merupakan pesaing Fininvest, mengadukan perusahaan milik Berlusconi tersebut telah melakukan penyuapan saat keduanya berupaya mengambil alih Mondadori, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang percetakan.

"Saya benar-benar heran. Ini adalah hukuman yang melewati hal baik dan buruk, ini hukum yang absurd," ungkap Berlusconi menanggapi putusan pengadilan di Goal.

Marina Berlusconi, anak perempuan Berlusconi yang juga bertindak sebagai direktur Fininvest, sudah memastikan kalau pihaknya akan melakukan banding atas sanksi yang sudah dijatuhkan.

Putusan pengadilan untuk mewajibkan Fininvest membayar denda hingga Rp 10 triliun diyakini akan ikut mempengaruhi kondisi AC Milan. Klub yang sudah sejak musim lalu mengalami masalah keuangan itu sangat mungkin dilepas Berlusconi dalam waktu dekat.

Pria yang juga menjabat perdana menteri Italia itu dalam beberapa kesempatan selalu membantah isu soal rencana penjualan Milan. Namun La Gazzetta dello Sport mengklaim kalau kasus terbaru ini akan memaksa Berlusconi melepas klub yang sudah dimilikinya selama 23 tahun itu.

Kabar yang beredar menyebut kalau Fininvest akan melakukan pembicaraan dengan seorang pengusaha asal Albania, Rezart Taci, untuk menjanjaki terjadinya akuisisi. Taci musim panas lalu sempat berniat membeli Bologna, meski kemudian keinginan itu tak sampai terwujud.

Meski sudah memberi banyak kejayaan buat Milan, pergantian pemilik justru bisa memberi dampak positif buat Diavolo Rosso. Milan yang saat ini masih tertatih di papan tengah klasemen butuh investasi baru demi mengembalikan kejayaan mereka.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Ceria Dinho Dibalik Duka Milan


Bergamo - AC Milan murung usai ditahan imbang Atalanta 1-1. Tetapi di balik itu, ada keceriaan tersirat dari Ronaldinho, yang menjadi pahlawan Rossoneri di laga tersebut.

Hasil yang diraih di Stadion Azzurri D'Italia, Minggu (4/10/2009) malam WIB, tersebut membuat Milan tak pernah menang dalam tiga pertandingan terakhir di Seri A. Ditambah kekalahan dari FC Zurich di Liga Champions, jadilah mereka tak pernah menang dalam empat laga terakhr.

Catatan tak memuaskan tersebut akhirnya berbuntut pada panasnya kursi kepelatihan Leonardo. Pria asal Brasil itu dikabarkan akan segera didepak, meski petinggi klub telah menyatakan bahwa posisi dirinya aman. Nama Marco van Basten sempat mencuat untuk menggantikannya.

Tetapi di tengah segala kesuraman itu, ada pula yang berbahagia. Dialah Ronaldinho. Golnya pada menit 84 membuat Milan selamat dari kekalahan. Sebagai informasi, itu adalah gol perdana playmaker asal Brasil tersebut pada musim ini. Dinho pun mengaku lega.

Bukan rahasia apabila penampilannya banyak mendapatkan sorotan setelah Kaka hengkang ke Real Madrid. Awalnya ia digadang-gadang bisa menggantikan peran kompatriotnya itu sebagai pengatur permainan Milan. Tetapi sejauh ini permainannya bahkan dinilai belum terlalu impresif.

Jangankan tampil gemilang, Dinho bahkan sempat tersisihkan. Dia beberapa kali harus memulai pertandingan dari bangku cadangan. Leonardo beberapa kali lebih percaya kepada Clarence Seedorf, yang dalam beberapa kesempatan memang terbukti lebih nyetel dengan pakem sang allenatore.

Bahkan dalam pertandingan melawan Atalanta, Dinho juga tak memulainya sebagai starter. Dia terlebih dulu duduk di bench sebelum akhirnya dimasukkan di menit 45 untuk menggantikan Mathieu Flamini. Siapa sangka jika ia akhirnya menjadi penyelamat 'Tim Merah-Hitam'.

"Saya bahagia atas gol pertama saya musim ini. Bagus karena membuat saya lebih percaya diri. Sekarang saya harus mempertahankannya dan mengembangkan diri saya," ujarnya seperti dilansir situs resmi klub.

"Setelah gol tersebut, saya berlari mencari Sandro (Alessandro Nesta) karena ia memberikan assist yang sempurna. Tentu saja saya ingin bermain 90 menit, tetapi saya akan mencoba bekerja lebih baik di lain kesempatan," tukasnya.

Toh demikian, meski tengah bahagia atas gol perdananya musim ini, pemain berusia 29 tahun ini tetap prihatin dengan performa timnya. Tetapi Dinho optimistis Milan bakal segera bangkit.

"Sangat sulit untuk bahagia ketika hasil yang diharapkan tak datang. Tetapi kami memiliki beberapa hari tersisa untuk bekerja dan kembali dengan permainan yang lebih baik."

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Minggu, Oktober 04, 2009

Video Pertandingan Atalanta vs AC Milan 1 - 1

Selengkapnya...

Gol Dinho Selamatkan Milan

Bergamo - Ronaldinho tampil sebagai penyelamat AC Milan. Golnya pada menit 84 membuat laga antara Atalanta vs Milan berakhir dengan skor imbang 1-1.

Pada pertandingan yang dihelat di Stadion Azzurri D'Italia, Minggu (4/10/2009) malam WIB, milan sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Simone Tiribocchi di menit 21. Tetapi selanjutnya Atalanta bermain dengan 10 pemain sejak menit 40 setelah Ivan Radanovic dikartu merah wasit.

Usai beberapa peluang emas, Dinho akhirnya tampil sebagai penyelamat lewat golnya enam menit jelang laga usai. Sampai akhir pertandingan skor 1-1 tetap bertahan.

Dengan hasil ini, Atalanta berarti masih belum bisa meraih kemenangan sejak pekan pertama. Mereka pun tetap bertahan di posisi 19 klasemen sementara dengan raihan nilai tiga.

Sementara bagi Milan, kekalahan ini membuat mereka tak pernah menang dalam tiga laga terakhir di Seri A. Ditambah kekalahan dari FC Zurich di Liga Champions, posisi sang pelatih, Leonardo, bisa jadi kini semakin terancam.

Jalannya Pertandingan

Pertandingan berjalan sembilan menit Atalanta suadh memiliki peluang untuk mencetak gol. Simone Padoin mengirim umpan ke tiang jauh, di mana di sana berdiri Valdes. Nama terakhir langsung melepaskan sepakan voli, namun masih melebar di sisi jala Milan.

Maenit 18 Atalanta akhirnya menceploskan bola ke gawang Milan, tetapi wasit menganulir gol ini. Penyebabnya, Simone Tiribocchi terlebih dulu melakukan pelanggaran terhadap Alessandro Nesta.

Dua menit berselang giliran Milan yang menjebol gawang Atalanta lewat Klaas Jan Huntelaar. Tetapi penyerang asal Belanda itu terlebih dulu terperangkap offside dan gol tersebut juga dianulir. Skor masih 0-0.

Atalanta akhirnya meraih keunggulan pada menit 21. Tiribocchi, yang sebelumnya golnya dianulir, kali ini tidak menyia-nyiakan kesempatan. sepakannya dari dalam kotak penalti tak mampu dihalau Marco Storari. Atalanta 1, Milan 0.

Menit 40 Atalanta harus bermain dengan 10 orang setelah Ivan Radovanovic dikenai kartu kuning kedua. Kartu kuning keduanya ini dikeluarkan setelah dirinya dengan keras melanggar Alexandre Pato.

Babak pertama berakhir tanpa ada lagi gol tambahan. Tim tuan rumah memasuki ruang ganti dengan keunggulan satu gol atas Milan.

Babak kedua, tepatnya menit 73, Clarence Seedorf memiliki peluang untuk mencetak gol. Tetapi sepakannya masih terlalu lemah sehingga bisa dijinakkan oleh kiper Andrea Consigli.

Semenit berselang kombinasi antara Seedorf dan Ronaldinho nyaris membuahkan hasil. Bola kemudian diberikan kepada Alexandre Pato yang langsung melepaskan tendangan. Hasilnya? Bola masih membentur mistar gawang.

Milan akhirnya baru bisa menyamakan kedudukan enam menit menjelang laga usai. Ronaldinho tampil sebagai penyelamat Rossoneri setelah tendangan volinya tak mampu dibendung Consigli. Skor berubah menjadi 1-1.

Hingga akhir laga skor 1-1 tetap bertahan.

Susunan Pemain

Atalanta: Andrea Consigli, Thomas Manfredini, Maximiliano Pellegrino, Gyorgy Garics, Tiberio Guarente, Ivan Radovanovic, Valdes (Federico Peluso 74), Simone Padoin, Cristiano Doni (Fabio Ceserta 61), Simone Tiribocchi (Fabio Ceravolo 56).

AC Milan: Marco Storari, Giuseppe Favalli, Alessandro Nesta, Gianluca Zambrotta, Ignazio Abate, Gennaro Gattuso (massimo Ambrosini 67), Andrea Pirlo, Clarence Seedorf, Mathieu Flamini (Ronaldinho 45), Klaas Jan Huntelaar (Filippo Inzaghi 58), Alexandre Pato.

Sumber : Detiksport

Selengkapnya...

Sabtu, Oktober 03, 2009

Leonardo Punya Formula Baru Buat Milan

Milan - Dapat tekanan hebat menyusul rangkaian hasil buruk yang diterima AC Milan, Leonardo mengaku punya formula baru. Mampukah Rossoneri bangkit saat menyambangi Atalanta, tim yang belum pernah menang musim ini?

Hasil buruk terakhir yang didapat Milan adalah saat mereka dipermalukan FC Zurich di kandang sendiri pada matchday II Liga Champions. Itu merupakan bagian dari rangkaian performa mengecewakan Diavolo Rosso di awal musim ini setelah sebelumnya diimbangi klub promosi Bari dan kalah telak atas Inter Milan.

Peluang Milan untuk meraih kemenangan pertamanya sejak 20 September lalu terhitung besar meski malam nanti harus melawat ke Atalanta. Soalnya skuad besutan Antonio Conte itu adalah salah satu dari tiga klub yang belum sekalipun meraih kemenangan di musim ini, menderita empat kekalahan dan dua kali imbang.

Demi mempersiapkan meraih tiga poin itulah Leonardo mengaku sudah mempersiapkan formula baru. Beberapa opsi strategi sudah disiapkan pelatih muda itu demi membawa Milan kembali ke jalur kemenangan.

"Kami mencoba beberapa alternatif taktik, tapi tak ada yang benar-benar berubah, mempertimbangkan seluruh pemain sudah bersama untuk jangka waktu yang panjang dan saling mengetahui satu sama lain," ungkap Leonardo di Football Italia.

Untuk kali kesekian pria Brasil itu juga mengklaim kalau Milan telah mengalami kemajuan. Sambil menyangkal kalau masalah fisik jadi kendala terbesar Milan, Leonardo juga membantah isu soal hubungan yang kurang baik dengan Silvio Berlusconi terkait pemilihan skuad yang dimainkan.

"Tim ini sudah menemukan tempo yang sesuai, mengembangkan sisi pertahanan dan yang terpenting adalah kami bisa meningkatkan kecepatan dalam membangun serangan balik. Saya tak berpikir kalau masalah kami adalah fisik."

"Saya selalu berbicara dengan Berlusconi dan besok dia akan menelepon saya untuk menentukan starting XI," seloroh Leonardo.
Sumber : Detiksport

Selengkapnya...

Jumat, Oktober 02, 2009

Marco van Basten Mungkin Latih Milan Januari 2010

Milan - Marco van Basten menyangkal kabar bakal datang ke AC Milan dalam waktu dekat. Tapi lewat agennya, dia membuka kemungkinan mensuksesi Leonardo pada Januari 2010 mendatang.

Leonardo dapat tekanan hebat menyusul hasil buruk yang didapat Milan di sepanjang awal musim ini. Total cuma tiga kemenangan didapat Rossoneri dari delapan laga kompetitif yang sudah dilalui dengan jumlah gol yang cuma lima dan kemasukan delapan.

Hasil imbang atas klub promosi Bari akhir pekan kemarin dan ditambah dengan kekalahan saat menjamu FC Zurich di Liga Champions makin membuat isu pemecatan Leonardo mengemuka. Meski mantan pemain Milan di era 1990-an itu mengaku tak peduli dengan nasibnya, rumor kedatangan pelatih baru di San Siro terus berhembus.

Salah satu nama yang santer diberitakan bakal jadi bos baru Massimo Ambrossini cs adalah mantan pemain Rossoneri lainnya, Marco van Basten. Orang Belanda itu sebelumnya sempat jadi kandidat bos baru Milan saat Carlo Ancelotti angkat kaki ke Chelsea, namun petinggi klub kemudian menjatuhkan pilihan pada Leonardo.

Van Basten sendiri kini dalam kondisi menganggur setelah terakhir membesut Ajax Amsterdam musim lalu. Hal mana membuat kabar kepulangannya ke Milan kembali bergulir.

"Saya hanya bisa menyangkal rumor terkait Milan sudah melakukan pendekatan dengan Marco Van Basten secara pribadi. Untuk saat ini Marco tak tertarik dengan posisi sebagai pelatih setelah meninggalkan Ajax Juni lalu," ungkap sang agen, Perry Van Overeem seperti diberitakan Football Italia.

Basten menolak Milan? Ternyata tidak juga. Peluang mantan salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki Diavolo Rosso itu untuk kembali masih sangat besar. Namun itu baru memungkinkan terjadi di Januari tahun depan.

"Dia masih memikirkan masa depan dan mungkin hanya akan mau memulai lagi mempertimbangkan pekerjaan baru pada bulan Januari," pungkas Overeem.

Sumber : Detiksport

Selengkapnya...

Kamis, Oktober 01, 2009

Mekipun Dipecat Leonardo Tak Peduli

Milan - Kekalahan atas FC Zurich membuat Leonardo dapat cemoohan dari Milanisti. Meski posisinya kini makin tak aman sebagai pelatih AC Milan, suksesor Carlo Ancelotti itu mengaku tak peduli.

"Jika saya bisa mengulang waktu, saya akan menerima kembali pekerjaan ini. Saya mencintai Milan dan saya sama sekali tak khawatir dengan diri saya sendiri saat ini," ungkap Leonardo usai Milan menderita kekalahan atas FC Zurich di matchday II Liga Champions.

Setelah serangkaian hasil tak memuaskan di kompetisi domestik, kekalahan di Liga Champions membuat posisi Leonardo makin terjepit. Sejak resmi menangani Rossoneri, pelatih 40 tahun itu cuma bisa memetik tiga kemenangan di delapan laga kompetitif. Dalam jumlah tersebut, cuma tiga gol dibukukan Milan.

"Yang jadi perhatian saya adalah apa yang bisa kami dilakukan sebagai klub, memfokuskan diri pada pekerjaan dan menyadari kalau ini adalah hasil yang negatif," lanjut suksesor Carlo Ancelotti itu.

Mantan pemain Milan di era 1990-an itu sebelumnya juga dituduh bersikap terlalu lunak pada pemain-pemainnya. Sangkaan tersebut muncul lantaran beberapa anggota skuad Milan saat ini adalah mantan rekannya saat masih aktif bermain dulu.

"Saya punya cara sendiri untuk bekerja, meski saya baru menjalaninya selama tiga bulan. Saya marah pada pemain di ruang ganti, tapi saya menjaganya tetap di sana...Kami punya pertandingan Seri A lalu istirahat untuk jeda laga internasional. Itu akan membatu kami untuk bekerja, melakukan pengorganisasian ulang dan tetap bersatu," pungkasnya menyiratkan optimisme.

Sumber : Detiksport

Selengkapnya...


Info selengkapnya di >> XAMthone Plus

Jadwal AC Milan

Tunggu update siaran langsung di KompasTV

Video Terakhir

AC Milan vs Lazio 3-1

Pengikut

Informasi Menarik

Template by - Abdul Munir - 2008 - layout4all