Tampilkan postingan dengan label Liga Champion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liga Champion. Tampilkan semua postingan

Selasa, Februari 16, 2010

Video Pertandinga AC Milan vs Manchester United 2-3




Sambil liat videonya Milan, mohon sumbangan klik iklan dibawah ini ya pren..


Selengkapnya...

Rabu, Desember 09, 2009

Milan Siap Bertemu Carlo Ancelotti di Chelsea

Zurich - Posisi dua klasemen akhir Grup C dijejak AC Milan. Hanya lolos di posisi tersebut, Rossoneri pun tidak tertutup kemungkinan bertemu Carlo Ancelotti di Chelsea.

Ancelotti bukan sosok asing untuk Milan. Di klub kota mode itulah Ancelotti melatih dari tahun 2001 sampai dengan musim panas ini ketika dia hijrah ke Chelsea.

Selain melatih, kebersamaan Ancelotti dengan Milan juga bisa ditarik makin jauh ke belakang karena semasa berkarir sebagai pemain pun dia pernah berkostum Merah-Hitam pada tahun 1987 sampai 1992.

Kini, Don Carletto berpeluang bertemu lagi dengan Milan di babak knock-out. Itu dikarenakan Chelsea yang dia tangani lolos sebagai juara grup sedangkan Milan hanya runner-up.

"Itu peluang hebat!" seru Leonardo yang menggantikan Ancelotti musim panas lalu, seperti dikutip Football Italia.

"Kami sudah bercanda mengenai hal ini dengan Carlo, jadi sekarang kita lihat saja apa yang akan terjadi. Yang terpenting adalah melewati partai satu per satu," lanjut dia.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Selasa, Desember 08, 2009

Video Pertandingan FC Zurich vs AC Milan 1-1 (9 Desember 2009)

Selengkapnya...

Milan Lolos Meskipun Bermain Imbang 1-1 Lawan Zurich

Zurich - AC Milan hanya bisa memetik hasil imbang 1-1 dalam lawatan ke markas FC Zurich. Tapi itu cukup guna membawa mereka lolos ke fase knock-out untuk menemani Real Madrid dari Grup C.

Di Letzigrund Stadion, Rabu (9/12/2009) dinihari WIB, Milan Gajic berhasil membawa Zurich memimpin lebih dulu. Ronaldinho kemudian menyamakan skor pada menit 65 lewat titik putih.

Sejak menit itu Zurich juga harus bermain minus satu pemain menyusul pelanggaran yang berbuah penalti dan juga kartu merah. Pada akhirnya Milan berhasil meraih hasil imbang 1-1.

Hasil itu bikin Milan menutup fase grup dengan menghuni posisi dua Grup C dengan poin sembilan. Milan akan menemani Real Madrid dari grup ini ke babak knock-out.

Jalannya Pertandingan

Pada menit delapan Pato mendapat peluang menjebol gawang lawan setelah mendapat umpan silang di tiang jauh dari Luca Antonini. Tapi sepakan voli Pato masih bisa dihalau.

Dua menit berselang di gawang berlainan Adrian Nikci menyepak keras bola dari luar area penalti. Bola melaju deras tapi arahnya masih belum tepat.

Alexandre Alphonse melepaskan tembakan pada menit 24, memaksa Dida melakukan penyelamatan. Dua menit kemudian, peluang yang sama dia hadirkan meski kali ini masih melambung di atas mistar.

Pada menit 29, gol benar-benar hadir. Milan Gajic berhasil menuntaskan tendangan bebas dari jarak 22 meter ke arah gawang yang tak bisa ditahan Dida.

Tiga menit kemudian Marco Boriello memiliki kesempatan menyamakan kedudukan. Tapi tendangannya masih terlalu tinggi. Pada menit 36, Onyekachi Okonkwo menguji Dida dengan tembakan yang susah payah diantisipasi si kiper Brasil.

Tiga menit memasuki babak kedua, Milan nyaris saja menyamakan kedudukan. Dari sepak pojok yang diambil Massimo Ambrosini, Antonini berusaha menanduk bola yang hanya mengenai bahunya.

Milan kembali mengancam pada menit 50, kali ini lewat Ronaldinho. Sial untuk Milan, sepakannya masih bisa diselamatkan kiper Johnny Leoni. Usaha Boriello meneruskan juga tak berbuah.

Milan mendapat penalti pada menit 65 setelah Boriello dijatuhkan di kotak terlarang. Ronaldinho mengeksekusi dengan baik dan Milan menyamakan kedudukan jadi 1-1 dengan keunggulan satu pemain karena Alain Rochat juga dikartu merah.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Milan Akan Lewati Fase Group Tanpa Euroria

Jelang Zurich vs Milan

Zurich - Meraih lima kemenangan beruntun dan tak terkalahkan sejak akhir Semptember membuat AC Milan diunggulkan atas FC Zurich. Tapi karena sudah kalah di pertemuan pertama, laga pamungkas fase grup akan dilewati Rossoneri tanpa euforia.

Kemenangan 3-0 atas Sampdoria akhir pekan kemarin menjadi yang kelima secara beruntun diraih Milan di Seri A. Setelah terpuruk di awal musim, Rossoneri tampil sangat baik dengan 12 pertandingan tak terkalahkan di semua kompetisi yang mereka ikuti.

Andrea Pirlo dkk bisa makin optimistis menantap laga dinihari nanti lantaran mereka punya rekor tandang yang sangat baik setelah sebelumnya menang 2-0 atas Marseille dan mempermalukan Real Madrid 3-2 di Santiago Bernabeu. Di sisi lain, kemenangan sensasional di San Siro justru jadi satu-satunya poin yang bisa didapat Zurich di fase grup sejauh ini.

Tak heran kalau Milan kemudian sangat diunggulkan untuk bisa menang dan mengamankan tiket ke 16 besar. Tapi Leonardo tak mau terjebak dengan semua hasil baik yang sudah didapat timnya dan bertekad tetap memasang kewaspadaan saat datang ke Letzigrund Stadion.

"Ini merupakan skuad yang sangat matang, ada antusiasme tapi bukan euforia. Saya tak khawatir dengan bagaimana tim ini akan bertindak di pertandingan tersebut," ungkap Leonardo di Soccernet.

Duduk di posisi dua klasemen, Milan sesungguhnya tak cuma butuh main imbang untuk bisa lolos. Skenario tersebut bisa terlaksana asal pada pertandingan lain Marseille gagal menang saat menjamu Los Merengues.

Tapi karena menggantung harapan pada tim lain jelas berisiko, Leonardo cuma mau dapat kemenangan.

"Kami harus tetap menjaga konsentrasi dan bermain sepanjang 90 menit. Target kami adalah memenangi pertandingan yang akan memberi kami tiket ke babak selanjutnya. Yang terpenting adalah kami tetap bergantung pada diri kami sendiri," pungkas pria Brasil itu.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Rabu, November 25, 2009

Milan Ditahan Marseille 1-1 di San Siro

Milan - AC Milan kembali gagal menang di San Siro. Menjamu Olympique Marseille, Kamis (26/11/2009) dinihari WIB, Rossoneri dipaksa berusah payah sebelum bermain imbang 1-1.

Cuma menambah sat poin dari laga matchday kelima membuat Milan harus lengser ke posisi teratas klasemen Grup C. Dengan nilai delapan, Milan terpaut dua angka atas Real Madrid yang pada pertandingan lain menekuk FC Zurich dengan skor 1-0.

Milan sesungguhnya bisa memastikan lolos ke 16 besar jika memenangi laga ini. Namun karena kemudian cuma bermain imbang 1-1, Andrea Pirlo cs wajib menang saat mendatangi FC Zurich demi mengamankan tiket ke babak 16 besar.

Di depan pendukungnya sendiri, Milan lebih dulu unggul melalui Marco Borriello. Gol penyama tercipta masih di babak pertama melalui Lucho Gonzalez. Diavolo Rosso layak bersyukur bisa mengakhiri laga dengan tambahan satu poin karena di menit-menit akhir mereka dapat ancaman serius dari lawannya.

Susunan Pemain

Milan: 1-Dida; 44-Massimo Oddo, 33-Thiago Silva, 13-Alessandro Nesta, 15-Gianluca Zambrotta; 23-Massimo Ambrosini, 10-Clarence Seedorf, 21-Andrea Pirlo; 7-Alexandre Pato, 22-Marco Borriello, 80-Ronaldinho.

Olympique Marseille: 30-Steve Mandanda; 24-Laurent Bonnart, 21-Souleymane Diawara, 19-Gabriel Heinze, 3-Taye Taiwo; 6-Edouard Cisse, 7-Benoit Cheyrou, 18-Fabrice Abriel, 8-Lucho Gonzalez; 9-Brandao, 11-Mamadou Niang

Selengkapnya...

Senin, November 23, 2009

Ronaldinho Senang Lawan Marseille di San Siro

Jelan Milan vs Marseille

AC Milan sudah bisa berharap penuh pada Ronaldinho saat menghadapi Olympique Marseille. Playmaker Brasil ini pun merasa senang karena akan bermain di depan pendukungnya.

Seiring bangkitnya Milan di Seri A, penampilan Ronaldinho juga semakin membaik. Ia semakin menunjukkan kerja sama yang baik dengan tim saat menjadi bintang bagi Milan saat mengatasi Cagliari 4-3 akhir pekan ini.

Pada pertandingan tersebut Dinho mencetak satu gol dari titik penalti dan juga memberikan assist kepada Alexandre Pato.

"Bagi saya sangat mudah bermain dengan pemain cerdas seperti Marco Borriello dan Alexandre Pato, yang mengerti apa yang saya bisa lakukan untuk mereka di lapangan," kata Dinho seperti dilansir Reuters.

Kini Milan bersiap menghadapi Marseille di Liga Champions, Kamis (26/11/2009) dinihari WIB. Kemenangan atas Marseille di pertandingan ini akan membawa Rossoneri lolos ke babak 16 besar.

Meski Milan tampil di San Siro namun belakangan Milan kesulitan saat bermain di depan pendukungnya. Dalam dua laga terakhir Liga Champions di San Siro, skuad besutan Leonardo ini sekali kalah dan satu kali imbang.

Namun, hal tersebut tidak membuat Dinho khawatir. Pemain kelahiran 21 Maret 1980 itu justru merasa sangat senang bermain di San Siro karena merasa mendapatkan dukungan dari para pendkukungnya.

"Mulai sekarang bermain di San Siro membuat saya semakin bagus. Di sini saya merasa seperti di rumah. Fans mengerti bahwa saya membutuhkan dukungan mereka dan hal itu membuat saya merasa senang."

Prakiraan pemain :

Milan: 1-Dida; 44-Massimo Oddo, 33-Thiago Silva, 13-Alessandro Nesta, 15-Gianluca Zambrotta; 23-Massimo Ambrosini, 10-Clarence Seedorf, 21-Andrea Pirlo; 7-Alexandre Pato, 22-Marco Borriello, 80-Ronaldinho

Marseille: 30-Steve Mandanda; 24-Laurent Bonnart, 21-Souleymane Diawara, 19-Gabriel Heinze, 3-Taye Taiwo; 17-Stephane Mbia (or Edouard Cisse), 7-Benoit Cheyrou, 18-Fabrice Abriel, 8-Lucho Gonzalez; 9-Brandao, 11-Mamadou Niang.

Wasit : Howard Webb (Inggris)

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Selasa, November 03, 2009

Video Pertandingan AC Milan vs Real Madrid 1-1

Selengkapnya...

Milan Lawan Madrid Berakhir Imbang 1-1

Milan - Pertarungan AC Milan kontra Real Madrid di lanjutan Liga Champions berakhir tanpa pemenang. Kedua tim yang tergabung di Grup C harus puas dengan hasil imbang 1-1. Bertanding di Stadion San Siro, Rabu (4/11/2009) dinihari WIB, Madrid unggul terlebih dahulu lewat gol Karim Benzema. Namun tuan rumah Milan membalas lewat penalti Ronaldinho.

Hasil imbang ini menempatkan Milan tetap berada di puncak klasemen Grup C dengan nilai tujuh, unggul atas Madrid yang kalah head to head. Marseille membuntuti di posisi tiga dengan nilai enam berkat kemenangan 6-1 atas FC Zurich.

Jalannya pertandingan

Kedua tim turun dengan nyaris seluruh kekuatan terbaiknya, kecuali Cristiano Ronaldo yang tidak bisa membela Madrid karena masih cedera. Di kubu Milan, Marco Boriello tampil seabgai starter menemani Alexandre Pato.

Meski bermain tandang, Madrid langsung mencoba mengambil alih kendali permainan. Di menit keenam, tendangan Benzema yang memantul tanah memaksa kiper Milan Dida mentip si kulit bundar keluar.

Peluang demi peluang dipetik Madrid. Menit 16, tendangan bebas Xabi Alonso ditinju Dida dan di menit 19, tendangan Benzema dari ujung kotak penalti masih menyamping tipis.

Ronaldinho di kubu Milan tampil apik dan di menit ke-23, umpannya membuat Pato lolos di kana kotak penalti Madrid. Sayang bagi Milan karena Pato terlalu lama menguasai bola dan tendangan lemahnya dapat diamankan kiper Iker Casillas.

Menit 29, Madrid akhirnya memetik gol pertama. Gol ini diawali aksi Kaka yang melewati beberapa pemain Milan sebelum melepaskan tendangan deras yang ditepis Dida dan bola rebound disontek Benzema jadi gol pertama.

Keunggulan Madrid hanya berusia enam menit. Sebuah aksi Gianluca Zambrotta memaksa Pepe handsball di kotak terlarang dan tanpa ampun wasit pun memberi penalti bagi Milan yang lantas dieksekusi dengan sempurna oleh Ronaldinho.

Semenit berselang, Milan kembali merobek gawang Madrid lewat tendangan Pato, tapi gol itu dianulir wasit karena saat menguasai bola, Pato dituding telah handsball.

Di babak kedua, tempo permainan sedikit menurun. Tapi sisi positifnya buat Milan adalah mereka mulai bisa mengimbangi Madrid dan mulai aktif menyusun serangan ke area sang tamu.

Lambannya tempo tercermin dari peluang pertama yang terjadi di menit 60. Benzema gagal membawa Madrid unggul lagi ketika tendangannya dari dalam kotak penalti masih melayang di atas mistar.

Sembilan menit kemudian, giliran Kaka yang mencoba peruntungannya. Tendangan jarak jauh gelandang Brasil itu menyamping di kanan gawang Dida dan dibiarkan oleh kiper sesama Brasil itu.

Madrid coba terus mencari gol kemenangan. Marcelo yang dipasang sebagai gelandang kiri mencoba melepaskan tendangan kaki kanan di menit 73, tapi bola terlalu lemah sehingga Dida mudah saja menjinakannya.

Masuknya Pippo Inzaghi sempat memberi harapan bagi Milan. Namun di menit 82, umpan silang Pato gagal dimanfaatkan Inzaghi karena tendangannya masih melambung di atas gawang Casillas.

Dida yang sempat tampil meragukan menjaga gawang Milan dari kebobolan di menit 86 dan 88. Pertama, tendangan Marcelo ditepisnya, dan yang kedua ganti tendangan Raul Gonzalez yang dibuang jadi tendangan sudut.

Skor 1-1 pun akhirnya bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Susunan pemain

Milan: Dida; Oddo, Nesta, Silva, Zambrotta; Ambrosini, Pirlo, Seedorf; Pato, Borriellon (Inzaghi 79), Ronaldinho.

Madrid: Casillas; Ramos, Pepe, Albiol, Arbeloa; Kaka, Diarra, Alonso, Marcelo; Benzema (Van Nistelrooy 82), Higuain (Raul 75).

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Ronaldinho Juga Ingin Bikin Gol

Jelang Milan vs Madrid

Milan - Selama di AC Milan Ronaldinho yang masih mencoba mendapatkan permainan terbaiknya dikenal sebagai figur pemberi umpan. Namun pemain asal Brasil ini sekarang juga ingin membuat gol.

Milan akan menjamu Real Madrid dalam lanjutan Liga Champions pada Selasa (3/11/2009) waktu setempat. Dalam laga big match ini Rossoneri akan kedatangan Los Blancos yang sedang berapi-api untuk melakukan balas dendam setelah dua pekan lalu dipencundangi di Santiago Bernabeu.

Namun Milan yang akan didukung penuh oleh pendukungnya juga menargetkan poin penuh. Jika berhasil menekuk 'Si Putih' mereka akan melaju sendirian di puncak klasemen Grup C.

Milan sendiri mendapatkan suntikan moral yang besar pasca kemenangan 2-0 atas Parma di akhir pekan lalu. Diavolo Rosso juga tengah berada dalam kondisi di mana para pemainnya silih berganti menjadi bintang kemenangan dengan torehan golnya.

Setelah nama Pato berkibar di kandang Madrid dua pekan lalu, Giliran Alessandro Nesta melambungkan Milan dengan sepasang golnya ke gawang Chievo. Dan di akhir pekan lalu Marco Borriello berhasil mencuri perhatian publik setelah dua kali membobol gawang Parma.

Kondisi itu rupanya membuat Ronaldinho juga ingin turut berpartisipasi. Pemain asal Brasil ini ingin menjadi pengoleksi gol di laga ke depan termasuk dalam partai melawan Madrid.

Ronaldinho sendiri selama ini lebih dikenal sebagai tukang pemberi umpan. Biasa ditempatkan sebagai second striker dan trequartista, dia sejauh ini telah mengoleksi empat assist dan dua gol di semua kompetisi.

"Saya juga ingin mencetak gol, bukan hanya memberikan assists. Pada saat ini saya cukup senang dengan rekan-rekan saya," terang Ronaldinho di Football Italia.

"Real Madrid merupakan tim yang kuat, dengan semua pemain-pemain hebat yang dimilikinya. Besok akan menjadi laga yang seru," sambungnya.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Senin, November 02, 2009

Menyambut Kedatangan Kaka di San Siro


Jelang Milan vs Madrid

San Siro akan menyambut salah satu pemain terbaik yang pernah dimilikinya saat Kaka bersama Real Madrid menyambangi AC Milan. Usai kalah di Bernabeu, Kaka ditunggu banyak tantangan di mantan rumahnya itu.

Rabu (4/11/2009) dinihari WIB lusa, Milanisti untuk kali pertama akan melihat Kaka bermain di San Siro tidak dalam seragam Merah-Hitam. Mantan pemain terbaik dunia itu justru akan berdiri menghadang Andrea Pirlo cs dengan jersey putih milik Madrid.

Dua pekan lalu lakon serupa memang sudah terjadi. Di Santiago Bernabeu Milan meraih sukses besar setelah memaksa mantan bintangnya itu tertunduk lesu usai dikalahkan 2-3.

Entah bagaimana tanggapan dan reaksi publik San Siro saat Kaka akhirnya pulang nanti. Meski pernah jadi anak emas Rossoneri, Kaka harusnya tahu kalau dia bisa dapat sambutan tak hangat di stadion yang pernah ditinggalinya selama enam tahun itu.

Tantangan yang dihadapi Kaka bisa makin berat jika mengingat Milan kini tengah menjalani fase kebangkitan usai terjerembab di pekan-pekan awal kompetisi. Dalam lima pertandingan terakhirnya Diavolo Rosso sukses mengumpulkan tiga kemenangan dan dua hasil imbang. Dan yang terpenting dari seluruh hasil tersebut adalah bangkitnya kepercayaan diri Gennaro Gattuso dkk.

"Pertandingan dengan Real adalah laga yang akan Anda siapkan dengan khusus. Kami harap kami bisa mempertahankan level tinggi yang kami miliki," ungkap Leonardo usai kemenangan atas Parma seperti diberitakan Yahoosport.

Milan juga punya rekor kandang yang sangat baik atas Madrid dengan meraih hasil 100% dari lima laga. Kemenangan terakhir Milan adalah menundukkan Merengues dengan skor 1-0 di fase grup kedua pada November 2002.

Tapi Milan juga punya cacat karena di dua laga kandang terakhirnya pada ajang Liga Champions selalu menelan kekalahan. Selain saat dipermalukan FC Zurich 0-1, Milan juga tumbang 0-2 atas Arsenal di babak 16 besar musim lalu.

Saat Milan membawa pulang kemenangan 3-2 atas Madrid dua pekan lalu, Kaka dianggap tampil di bawah level terbaiknya. Dengan Cristiano Ronaldo diragukan bakal merumput, tengah pekan ini dia ditunggu tantangan yang jauh lebih besar saat dijadikan tumpuan oleh Les Merengues dalam laga yang digelar di stadion tempat dia pernah sangat dipuja.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Kamis, Oktober 22, 2009

Milan Terbukti Memiliki DNA Eropa

Madrid - Wakil Presiden AC Milan, Adriano Galliani, bahagia luar biasa melihat timnya mengalahkan Real Madrid 3-2 dalam lanjutan babak penyisihan grup Liga Champions, Rabu (21/10). Pasalnya, hasil ini membenarkan ucapannya ketika mengatakan bahwa Milan memiliki DNA Eropa.

Beberapa waktu lalu, ketika Milan dihujat karena serentetan hasil buruk di Serie-A, Galliani mengatakan, bahwa tempat Milan bukan di kompetisi lokal melainkan di Ligan Champions. Namun, ia kehabisan kata-kata ketika Milan dipaksa menyerah 0-1 oleh FC Zurich dalam lanjutan Liga Champions, di San Siro, Rabu (30/10).

Menjelang laga menghadapi Madrid, Galliani juga ketar-ketir kenyataan akan memaksanya mengakui bahwa pernyataan itu salah. Namun, secara luar biasa, Milan mampu menutup duel itu dengan kemenangan 3-2. Galliani pun semakin bersemangat untuk menegaskan kembali pernyataannya.

"Kami memiliki pemain bertalenta besar dan bukanlah kebetulan bahwa kami berbuat lebih baik di Liga Champions karena ini ada dalam DNA kami. Bermain untuk hasil imbang bukanlah DNA kami. Saya tak pernah berpikir untuk mengklaim hanya satu poin malam ini," ujarnya.

Secara khusus, Galliani juga menyampaikan kekagumannya kepada pelatih Leonardo yang berada dalam tekanan, namun terus berjuang memberikan hasil terbaik untuk Milan.

"Ini tentunya merupakan kemenangan pelatih kami, yang memiliki kekuatan untuk datang dan bermain di Madrid dengan tiga penyerang dan (Clarence) Seedorf. Pujian harus ditujukan kepada Leonardo," tandasnya.

Kemenangan atas Madrid adalah kemenangan kedua Milan dalam dua laga terakhir. Milanisti berharap, Milan melanjutkan rekor bagus ini saat menyambangi Chievo Verona dalam lanjutan Serie-A, akhir pekan ini.

Selengkapnya...

Rabu, Oktober 21, 2009

Pato 2 Pirlo 1, Milan Hantam Madrid di Bernabeu

Madrid - Tertinggal lebih dulu di babak pertama, AC Milan menuai hasil gemilang dari lawatannya di Santiago Bernabeu, Kamis (2/10/2009) dinihari WIB, Milan mengalahkan Real Madrid 3-2. Alexandre Pato menjadi bintang kemenangan AC Milan dengan membuat dua gol.

Awalnya Madrid tampak superior di hadapan Milan, di depan Madridista di Santiago Bernabeu. Hampir di sepanjang babak pertama mereka membuat bola lebih banyak bergulir di wilayah permainan tim tamunya itu.

Meski demikian shot on goal pertama dilakukan oleh Milan melalui tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti oleh Andrea Pirlo. Namun bola melesat di atas mistar gawang Iker Casillas.

Semenit kemudian Madrid membalas. Dari crossing Sergio Ramos, Esteban Granero berhasil menyambar bola meski ditempel ketat oleh Massimo Oddo. Dida berhasil menghentikan serangan tersebut.

Di menit 13 Madrid menyerang lagi melalui penetrasi Karim Benzema. Saat masuk kotak penalti, ia dijatuhkan Gianluca Zambrotta. Tayangan ulang memperlihatkan Zambrotta mengayuhkan kai kanan dan kirinya untuk menghentikan Benzema hingga terjatuh. Namun wasit Frank De Bleeckere asal Belgia tidak memberi tuan rumah hadiah penalti.

Sampai saat itu Milan lebih bermain menunggu sambil sesekali mencoba melakukan counter attack melalui trio penyerang Pato, Pippo Inzaghi dan Ronaldinho. Strategi yang diterapkan pelatih Leonardo adalah menumpuk pemain di lini tengah untuk melambatkan tempo serangan Madrid.

Di menit 18 publik Bernabeu bergemuruh melihat gawang Milan bergetar. Berawal dari serangan Benzema, striker Prancis itu mengoper pendek kepada Granero, yang kemudian melepaskan tembakan dari luar kotak penalti.

Dida berhasil meredam tendangan itu, tapi tidak benar-benar berhasil mengamakan keadaan. Tangkapannya luput, dan bola segera diserobot Raul Gonzalez, yang dengan cepat menceploskannya ke gawang yang sudah kosong. Madrid memimpin 1-0 dan Raul melanggengkan statusnya sebagai pemilik rekor gol terbanyak di Liga Champions dengan 66 gol.

Peluang emas diperoleh Milan di menit 24 lewat umpan silang terukur dari Clarence Seedorf. Namun, Inzaghi yang sudah berdiri bebas sendirian, luput tendangan volinya. Di penghujung babak pertama Madrid memberi sebuah tekanan lain melalui tendangan keras Marcelo, tapi Dida menepisnya.

Di babak kedua Milan mencoba bermain lebih terbuka dengan tetap mencoba memperlambat tempo permainan Madrid, yang masih tanpa pemain termahal dunia Cristiano Ronaldo yang masih cedera.

Sementara Madrid masih menyerang. Tembakan kaki kiri Raul melebar, sedangkan Kaka, yang lebih sering beroperasi di sayap kiri, menjajal Dida dengan tendangan dari jarak dekat, tapi kiper Brasil itu mematahkannya. Dida juga melakukan penyelamatan dengan menepis sepakan Benzema dari luar kotak penalti.

Di menit 59 Leonardo menarik keluar Inzaghi dan memasukkan Marco Boriello. Dua menit kemudian Milan berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan jarak jauh Pirlo. Tembakan gelandang internasional Italia itu tidak sangat keras, tapi bentuknya cantik dan arahnya ke tiang dekat. Casillas tak berhasil menjangkau bola yang menembus gawangnya di sebelah kanan.

Madrid tampak lengah di lini belakang. Empat menit kemudian mereka kembali kebobolan. Massimo Ambrosini memberi umpan dari titik tengah ke arah Pato. Casillas keluar wilayahnya untuk menyongsong, tapi ia tak mungkin menggerakkan tangannya. Alhasil bola mampu dikuasai Pato dan striker Brasil itu dengan mudah menggetarkan gawang El Real. Milan berbalik unggul 2-1.

Keadaan itu berubah lagi di menit 76. Drenthe, yang masuk ke lapangan di menit 67, memperpanjang nafas tuan rumah. Menerima bola sepak pojok dari Raul, bek kiri Belanda itu langsung melepaskan tembakan dari luar kotak penalti dan mengarahkannya ke pojok kiri gawang Milan. Dida tak mampu menjangkaunya dan gol keempat dalam laga itu tercipta.

Tensi pertandingan meningkat drastis. Di menit 83 Dida meredam tembakan Kaka, tapi Raul me-rebound-nya dan gol. Namun wasit menganulir gol itu karena kapten Madrid itu sudah offside.

Semenit berselang giliran Casillas melakukan penyelamatan krusial. Berhadapan satu lawan satu dengan Pato, kiper nomor satu Spanyol itu mampu menahan tembakan jarak dekat musuhnya itu dengan kaki.

Dari sepak pojok tersebut lahir dua insiden. Pertama, Thiago Silva berhasil menanduk bola dan mengoyak jala Madrid. Wasit tidak mengesahkan gol itu karena bek asal Brasil itu dianggap melakukan pelanggaran saat menyundul bola di udara.

Keputusan itu diprotes para pemain Milan. Raul yang "terjebak" di antara kerumunan pemain-pemain Milan dikeplak oleh Ronaldinho. Rekan-rekan Raul terpancing emosinya, dan kericuhan antarpemain merebak. Keputusannya adalah Raul dan Alessandro Nesta dikartu kuning.

Drama memuncak ketika di menit 88 tercipta sebuah gol lagi dan itu memunculkan pemenang. Dari serangan balik, Clarence Seedorf menarik perhatian bek-bek Madrid di kotak penalti sebelum mengirim umpan kepada Pato. Drenthe terlalu jauh dari Pato, dan pemain berkostum merah-hitam bernomor punggung 7 itu menyambar bola Seedorf dengan tendangan voli untuk menaklukkan Casillas dan menghancurkan hati Madridista.

Upaya terakhir Madrid untuk menyamakan kedudukan dilakukan Xabi Alonso dengan tembakan keras dari luar kotak penalti. Namun Dida berhasil menghalaunya dan ia layak dipandang sebagai salah satu bintang Milan, walaupun blunder fatalnya di babak pertama terlanjur tercatat.

Milan pun memenangi duel besar di Madrid itu dengan skor 3-2. Kaka, sosok yang paling dinantikan dalam reuni pertamanya dengan Milan, dan ramai-ramai dipeluk rekan-rekan lamanya dari San Siro sebelum kickoff, tertunduk lesu dalam balutan kostum putih-putih.

Susunan pemain:

Real Madrid: 1-Iker Casillas; 4-Sergio Ramos, 3-Pepe, 18-Raul Albiol, 12-Marcelo; 8-Kaka, 10-Lassana Diarra, 22-Xabi Alonso, 24-Esteban Granero (15-Royston Drenthe 66); 11-Karim Benzema, 7-Raul.

AC Milan: 1-Dida; 44-Massimo Oddo, 13-Alessandro Nesta, 33-Thiago Silva, 15-Gianluca Zambrotta; 23-Massimo Ambrosini, 21-Andrea Pirlo, 10-Clarence Seedorf; 7-Alexandre Pato, 9-Filippo Inzaghi (22-Marco Borriello 60), 80-Ronaldinho (16-Mathieu Flamini 90+1).

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Senin, Oktober 19, 2009

Seedorf Tak Gentar Lawan Madrid

Milan - Dengan skuad bertabur bintang dan performa yang sejauh ini terbilang apik, Real Madrid relatif lebih diunggulkan dari AC Milan. Namun, gelandang Rossoneri Clarence Seedorf mengaku timnya tak gentar menghadapi kekuatan Neo Galacticos.

Madrid dan Milan akan bertemu dalam lanjutan laga Liga Champions Grup C matchday 3 di Santiago Bernabeu, Rabu (19/10/2009) dinihari WIB. Saat ini posisi Madrid berada di puncak dengan enam poin, sementara Milan ada di posisi kedua dengan tiga poin.

Jika ditilik dari penampilan di awal musim ini, jelas Madrid lebih superior ketimbang lawannya asal Italia itu. Dari sembilan laga yang telah dilaluinya di seluruh kompetisi, Los Blancos hanya sekali kehilangan angka saat kalah 1-2 dari Sevilla di La Liga. Selebihnya kemenangan selalu jadi milik Madrid.

Sementara Milan, boleh dibilang ini adalah permulaan yang buruk bagi debut Leonardo sebagai pelatih Il Diavolo Rosso. Di Seri A, pemilik 17 gelar scudetto itu tercecer di papan tengah dan di level Eropa pun, kemenangan 2-1 dari Marseille di laga awal terhapus begitu saja saat kalah 0-1 dari 'anak bawang', FC Zurich, di San Siro.

Ditambah, kini di tim asuhan Manuel Pellegrini itu ada Kaka yang mantan bintang Milan. Tentunya dengan segala informasi yang ia dapat selama merumput di sana bisa jadi senjata ampuh untuk melumpuhkan 'Si Merah Hitam' dalam 90 menit laga berlangsung.

Meski begitu, Milan tak seharusnya minder jika melihat rekor pertemuan mereka dengan Madrid di kompetisi ini. Dari 11 kali bentrok, kedua tim sama-sama mengumpulkan lima kemenangan dan satu partai lainnya berakhir seri. Ini membuktikan kekuatan kedua tim terbaik di Benua Eropa itu seimbang.

Apalagi, Milan melawat ke Spanyol dengan modal kemenangan 2-1 atas AS Roma semalam, di mana itu adalah kemenangan pertama dalam lima laga terakhir mereka. Hal itu sudah membuktikan kalau Milan mulai membaik dan siap memberi perlawanan kepada Madrid.

"Real Madrid? Tidak ada satu pun yang membuatku takut, tidak ada waktu untuk takut," tegas Seedorf kepada Milan Channel.

"Mudah dimengerti usai laga terakhir kami, di mana itu mungkin jadi momen tim ini. Kami berbuat banyak di bawah tekanan psikologis yang tinggi dan kami senang dengan kemenangan malam tadi," demikian pemain berpaspor Belanda.

Sumber : Detiksport
Selengkapnya...

Rabu, September 30, 2009

Video Pertandingan AC Milan vs FC Zurich 0-1

Selengkapnya...

Milan Dipermalukan Zurich di San Siro 0-1

Milan - Rangkaian hasil buruk AC Milan terbawa juga ke Liga Champions. Bertanding di kandangnya sendiri, San Siro, Kamis (1/10/2009) dinihari WIB, Rossoneri dipermalukan FC Zurich 0-1.

Milan sesungguhnya mengawali perjuangan di Liga Champions dengan hasil memuaskan saat memetik kemenangan 2-1 atas Merseille di matchday I dua pekan lalu. Namun saat berlaga di kandang sendiri, Diavolo Rosso justru tak mampu menghidarkan diri dari kekalahan.

Hasil ini seakan melanjutkan catatan buruk Massimo Ambrossini cs di kompetisi domesti. Dari enam laga yang sudah dilewati musim ini di Seri A, Milan meraih dua kemenangan dua hasil imbang dan dua kali kalah.

Kembali ke Liga Champions, meski kalah atas Zurich, Milan belum tergusur dari posisi dua klaesemen Grup C dengan nilai tiga. Milan tertinggal tiga poin atas Real Madrid yang pada laga lain sukses menundukkan Marseille.

Jalannya Pertandingan

Di depan pendukungnya sendiri, Milan tampil sangat percaya diri. Kesempatan pertama membobol gawang lawan datang di menit tujuh saat umpan silang Ignazio Abate dari sisi kanan dibuang kiper Johnny Leoni dengan kakinya tepat di garis gawang.

Namun Dari sebuah serangan pertama tim tamu yang berjung tendangan sudut, Zurich malah mampu membuat gol indah di menit 10. Menusuk ke tengah kotak penalti tanpa kawalan, kapten Hannu Tihinen membelokkan bola dengan tumit kakinya saat menyongsong umpan corner kick dan mengubah kedudukan menjadi 1-0.

Enam menit setelah kebobolan Rossoneri punya peluang terbaiknya menyamakan kedudukan. Diawali pergerakan Clarence Seedorf di sisi kiri, gelandang Belanda itu langsung mengirim bola membelah dua pemain bertahan lawan pada Massimo Ambrosini yang kemudian menusuk dari sisi kotak penalti.

Umpan silang mendatar yang dilepaskan Ambrosini tepat mengarah ke Filippo Inzaghi di tiang jauh. Dengan kiper Leoni yang sudah mati langkah, Pippo sepertinya bakal menyamakan kedudukan. Namun bola yang diserobotnya sambil menjatuhkan diri gagal menyasar ke gawang yang sedang kosong.

Lini belakang Milan terlihat sangat rapuh saat menghadapi serangan Zurich. Salah satunya adalah tusukan Johan Vonlanthen di sisi kanan yang tak mampu dihalau Marek Jankulovski. Milan beruntung sepakan keras Xavier Margairaz tepat dari tepi kotak penalti saat menerima umpan dari Vonlanthen tersebut masih melayang tipis di atas sasaran.

Inzaghi, yang mencetak dua gol kemenangan Milan atas Marseille dua pekan lalu, nyaris kembali jadi bintang Diavolo Rosso. Namun kembali dia gagal melanjutkan menjadi gol sebuah umpan diagonal yang dilepaskan Abate, bola hasil sundulannya melenceng ke luar gawang Zurich.

Di sisa babak pertama Zurich setidaknya punya dua peluang menambah jumlah gol. Hanya kesigapan kiper Marco Storari saja yang tak membuat Milan mendapat malu lebih besar di jelang turun minum.

Memasuki babak kedua, Milan melakukan pergantian dengan memasukkan Ronaldinho untuk Seedorf dan Gianluca Zambrotta menggantikan Flamini.

Baru tiga menit babak kedua berjalan Pippo kembali punya peluang samakan kedudukan. Dari tendangan tak sempurna Ambrossini di luar kotak penalti, bola berputar pelan di kotak terlarang, Pippo yang berusaha menyambar si kulit bundar masih kalah cepat dari kiper Leoni.

Tekanan Milan ke arah Zurich juga datang dari Pato saat dia dapat umpan terobosan dari Dinho dan tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper. Namun bola yang dicungkil striker belia itu terlalu melebar dan akhirnya cuma membuahkan tendangan gawang.

Kejadian di menit 63 itu berulang satu menit berselang. Kali ini skenarionya diawali tendangan bebas Pirlo dan disambut sambaran kepala Pippo. Sial buat Milan, bola yang mengarah ke gawang ditepis oleh Leoni dengan tangan kirinya.

Keasyikan menyerang, gawang Storari nyaris jebol untuk kali kedua di menit 65. Memanfaatkan kelengahan barisan belakang Milan, Margariaz menusuk ke kotak penalti saat mengejar bola umpan terobosan. Namun skor 1-0 tak berubah lantaran sontekannya masih bisa dihadang Storari dengan kakinya saat keduanya berhadapan satu lawan satu.

Delapan menit sebelum bubaran Dinho mengirim umpan terukur pada Inzaghi di kotak penalti. Meski sukses mengontrol bola dengan dadanya, Pippo tak mampu melewati dua bek lawan yang mengawalnya, alhasil Milan tak dapat apa-apa dari prosesi tersebut.

Milan nyaris membuat kisah dramatis di detik terakhir pertandingan melalui Zambrotta. Melepaskan tendangan dari luar kotak penalti, bola yang meluncur deras cuma membentur tiang gawang. Beberapa detik setelah kejadian tersebut wasit meniupkan peluit panjang dan Milan harus menelan kekalahan di kandang sendiri.

Sumber : Detiksport

Selengkapnya...

Selasa, September 29, 2009

Hadapi FC Zurich, Milan Berkaca pada Diri Sendiri

Milan - Menghadapi FC Zurich di kandang sendiri, AC Milan di atas kertas tidak akan menemui banyak kendala. Namun Rossoneri hanya mau berkaca kepada kondisi diri sendiri saja.

Milan dijadwalkan akan menjamu Zurich di San Siro, pada Rabu (30/9/09) waktu setempat. Bermain di depan publik sendiri Diavollo Rosso tentu akan menargetkan poin penuh guna merebut posisi puncak dari Real Madrid yang saat ini hanya unggul selisih gol.

Milan pun disebut-sebut tidak akan menemui kendala berarti untuk mewujudkan hal itu. Zurich tentunya bukan lawan sepadan bagi 'Si Merah-Hitam'.

Namun pelatih Milan, Leonardo menolak untuk memikirkan perhitungan di atas kertas itu. Ia lebih memilih untuk fokus pada persiapan timnya sendiri yang di akhir pekan lalu baru saja ditahan imbang Bari.

"Sampai sekarang kami mengalami performa yang naik turun, dan mengalahkan Zurich cukup penting bagi kami," tuturnya di Football Italia.

"Saya tak mempersoalkan pada performa mereka yang berada di peringkat enam di Liga Swiss. Kami hanya harus berpikir tentang diri kami sendiri. Tidak mudah setelah kami menjalani banyak laga yang berdekatan," tandasnya.

Sumber : Detiksport

Selengkapnya...

Kamis, September 17, 2009

Sport Trophies for the Sport Winner

ac milan champions league 2007 winner
Trophies have come to represent appreciation of a job well done. All sports are spirited and the winning team should receive accolades because they have worked so hard to get their goal, for example, when AC Milan be a winner in Champions League 2007.

Usually time’s trophies are awarded to 1st, 2nd and 3rd place winners, but some time until 4th or 5th. It is good to receive a trophy in one of those places and if you don't receive one, but you can get for the next season.

Sport trophies also make excellent gifts specially for the people who are interested in sport, and can be made as facsimiles of world famous sporting trophies: football or soccer trophies, golf trophies, volleyball trophies, the tennis trophy, wrestling trophies and more can be replicated at little cost and given to the soccer, golf, or tennis fan as a souvenir of their love the sport.

The silver trophies are the most popular, but it is more expensive because made from silver. The trophies from other materials can be inexpensive that can look just as good but far more suited to those looking for discount trophies. The latter are relatively cheap and made initially as blanks; these can be simply imprinted by an engraver to incorporate a name, occasion, or other tournament or sport to which the trophy is being presented.

Finding sport trophies is very easy in these days, because there are many suppliers especially on Internet. With a quick web search you will get many suppliers of sport trophies, and allow you to look from side to side of the online catalogues to see what style and manner of trophies the suppliers are able to offer you. It also enables to you to find discount trophies to fit any budget from the very small to the great with the prices included in online catalogues. This will give you a great range of choice.

Selengkapnya...

Rabu, September 16, 2009

Meski Menang Milan Tak Mau Sombong

Marseille - Terseok di Seri A, AC Milan menjalani start sempurna di Liga Champions dengan menundukkan Marseille. Tapi karena baru satu kemenangan dan jalan yang masih panjang, Rossoneri tak mau sombong.

Dua gol Filippo Inzaghi mengantar Milan meraih kemenangan penting pada laga perdana mereka di Liga Champions 2009/10. Tiga poin dari laga tandang tersebut mengakhiri dua hasil tak memuaskan yang didapat Diavolo Rosso saat mereka dipencundangi Inter Milan dan ditahan Livorno.

Kemenangan di Liga Champions jelas membawa angin segar buat seluruh punggawa Milan yang sebelumnya berada dalam tekanan hebat setelah ditinggal Kaka, Paolo Maldini dan Carlo Ancelotti. Setidaknya Massimo Ambrosini cs bisa menanamkan kembali kepercayaan dirinya yang tergerus hasil buruk di Seri A.

Meski begitu, kubu Milan tak mau buru-buru menyimpulkan kalau kemenangan 2-1 beberapa jam lalu merupakan bukti kalau mereka sudah bangkit. Penilaian terhadap kebangkitan kembali klub "Merah-Hitam" tersebut baru terwujud jika sudah bisa meraih beberapa kemenangan beruntun.

"Ini merupakan sebuah pertunjukan yang bagus dari kami, terutama di babak pertama. Terlalu cepat untuk menyebut kami sudah kembali jika hanya berdasar dari hasil bagus ini. Yang kami butuhkan adalah serangkaian hasil bagus," ungkap asisten pelatih Mauro Tassotti yang menggantikan Leonardo masuk ke ruang konferensi pers.

Milan akan menjamu Zurich di matchday kedua Liga Champions pada 30 September medatang. Sementara akhir pekan ini mereka akan menjamu Bologna di San Siro. Demikian diberitakan Reuters.

Sumber : Detiksport


Selengkapnya...

Selasa, September 15, 2009

Dua Gol Pippo Menangkan Milan atas Marseille

Marseille - AC Milan mengawali perjuangan di Liga Champions dengan memetik kemenangan 2-1 atas Olimpique Marseille. Dua gol penentu kemenangan Rossoneri diborong striker gaeknya, Filippo Inzaghi.

Dalam laga di Di Stade Vélodrome, Rabu (16/9/2009) dinihari WIB, dua gol Pippo datang di menit 28 dan 74. Sementara gol balasan tuan rumah datang dari tandukan Gabriel Heinze di awal babak kedua.

Hasil ini jelas jadi raihan yang sangat dinanti Milan dan pelatih muda mereka Leonardo. Selain jadi awal yang baik dalam perjuangannya di Liga Champions, kemenangan di kandang lawan setidaknya bisa mengobati kekecewaan setelah rangkaian hasil tak memuaskan di Seri A, di mana terakhir mereka diimbangi Livorno 0-0.

Dapat tiga poin, Milan saat ini duduk di posisi dua klasemen Grup C fase grup Liga Champions. Mereka cuma kalah agresifitas dibanding Real Madrid yang pada laga lain menang 5-2 saat melawat ke FC Zurich.

Jalannya pertandingan

Bertanding di bawah guyuran hujan lebat, Marseille maupun Milan tampil terbuka di menit-menit awal. Serangan silih berganti dibangun kedua kubu meski tak ada yang benar-benar membahayakan gawang masing-masing.

Adalah Milan yang pertama punya kans bersih saat Inzaghi gagal menyepak bola dengan sempurna umpan panjang yang dilepas dari tengah lapangan. Tak lama berselang dia gagal mengirim bola pada Alexandre Pato dalam sebuah skema serangan balik yang cepat, umpan terobosannya dipotong di dalam kotak penalti.

Juga melalui counter attack, Marseille gantian mengancam gawang Milan. Memenangi adu lari dengan Thiago Silva, sepakan Mamadou Niang masih melenceng dari sasaran saat ruang tembaknya dipersempit Marco Storari yang keluar dari sarangnya.

Lewat permainan cepat dan perpaduan umpan panjang Diavolo Rosso berusaha menggedor pertahanan tuan rumah. Namun Marseille yang lebih sabar dalam membangun serangan justru punya peluang saat tendangan keras Niang cuma melayang di atas bidang sasaran.

Di menit 28 Milan berhasil membungkam pendukung tuan rumah lewat Inzaghi. Diawali kerja keras Pato di sisi kiri yang memperdaya beberapa pemain lawan, bola berhasil dia kirimkan pada Clarence Seedorf yang kemudian melepaskan umpam silang.

Di tengah kotak penalti Mathieu Flamini gagal menanduk bola. Namun di tiang jauh Inzaghi yang berdiri tanpa kawalan sukses menuntaskannya, meski dalam tayangan ulang dia terlihat tipis dalam posisi offside.

Delapan menit berselang Pato nyaris menggandakan keunggulan Milan saat dia berdiri bebas di tengah kotak penalti menerima crossing Massimo Oddo. Kedudukan 1-0 tak berubah dari situasi tersebut lantaran striker belia Brasil itu gagal menendang bola dengan sempurna, si kulit bundar cuma bergulir lemah ke arah kiper Madanda.

Tak puas dengan keunggulan satu gol, anak asuh Leonardo terus menggedor pertahanan tuan rumah. Hasilnya adalah sebuah tandukan Inzaghi dari depan gawang yang terlalu lemah untuk bisa mengubah kedudukan jadi 2-0, Super Pippo dapat bola matang hasil tendangan bebas Andrea Pirlo di sisi kanan pertahanan lawan.

Marseille nyaris menyamakan kedudukan sebelum turun minum. Menyambar bola liar hasil tandukan Thiago Silva, sepakan Benoit Cheyrou yang mengarah ke gawang ditinju kiper Storari.

Di awal babak kedua Marseille langsung tampil menggebrak. Upaya tersebut langsung membuahkan hasil karena mereka cuma butuh empat menit untuk mencetak gol penyama.

Dari tendangan bebas di sisi kiri pertahanan Milan, Gabriel Heinze, yang lepas dari kawalan Oddo, menanduk bola tepat di tengah kotak penalti. Bola yang mengalir deras masuk ke gawang melalui sela-sela kaki Storari. Skor imbang 1-1.

Tampil bagus di babak pertama, Milan dipaksa banyak bertahan di lapangannya sendiri di awal paruh kedua. Di menit 53 tendangan Taye Taiwo memaksa Storari jatuh bangun mengamankan gawangnya.

Sebuah peluang matang lain dimiliki Marseille lewat Lucho di menit 67. Menusuk dari tengah kotak penalti, dia tak siap mendapat bola liar yang sempat membentur beberapa kaki bek Milan. Bola yang menyentuh kakinya bergulir pelan ke luar gawang saat kiper Storari sudah mati langkah.

Banyak menekan, gawang Marseille justru kembali bobol di menit 74, lagi-lagi melalui Inzaghi. Sama seperti gol pertama, kembali Seedorf yang melepas assist. Bola cungkil yang dilepaskan gelandang Belanda itu dipantulkan ke dalam gawang oleh Inzaghi dalam kawalan ketat pemain lawan.

Tersentak dengan gol tersebut, Marseille kembali mencoba mencari gol penyama. Namun lini belakang Milan kali ini lebih siap meredam pergerakan Niang maupun Niang yang membuat semua upaya menyamakan kedudukan tak membuahkan hasil.

Hingga wasit akhirnya meyudahi laga, skor 2-1 tak berubah.

Susunan Pemain
Olympique Marseille: 30-Steve Mandanda; 12-Charles Kabore, 21-Souleymane Diawara, 19-Gabriel Heinze, 3-Taye Taiwo; 6-Edouard Cisse (Fernando Sanchez Morientes '88), 17-Stephane Mbia, 7-Benoit Cheyrou; 8-Lucho (Hatem Ben Arfa '74); 9-Brandao, 11-Mamadou Niang

AC Milan: 30-Marco Storari; 44-Massimo Oddo, 13-Alessandro Nesta, 33-Thiago Silva, 15-Gianluca Zambrotta; 16-Mathieu Flamini, 21-Andrea Pirlo, 23-Massimo Ambrosini (Ivan Gennaro Gattuso '58); 10-Clarence Seedorf (Ignazio Abate '90); 9-Filippo Inzaghi (Klaas-Jan Huntelaar '87), 7-Pato

Sumber : Detiksport


Selengkapnya...


Info selengkapnya di >> XAMthone Plus

Jadwal AC Milan

Tunggu update siaran langsung di KompasTV

Video Terakhir

AC Milan vs Lazio 3-1

Pengikut

Informasi Menarik

Template by - Abdul Munir - 2008 - layout4all